oleh

Wow!! Program Banyuwangi Ayo Mengajar Raih Penghargaan MURI

KabarBanyuwangi.co.id – Pemerintah Banyuwangi, dalam hal ini Bupati Abdullah Azwar Anas tak pernah berhenti berpikir. Visionernya dalam menembus cakrawala kesejagadan tak perlu diragukan. Di bidang pendidikan misalnya, program spektakuler Banyuwangi Ayo Mengajar (BAM) menjadi peraih Museum Rekor Indonesia (MURI).

BAM digelar serentak di 400 titik (PAUD, SD, SMP, PKBM) pada hari Rabu, 29 Juli 2020. Namun beberapa relawan yang terpilih menjadi narasumber berhalangan mengisi Rabu, sehingga harus tampil hari Selasa 28 Juli 2020 atau sehari sebelumnya.

BAM adalah inspirator dan teladan bagi kabupaten lain, bahwa  pendidikanlah yang mampu memanusiakan manusia. Di Genteng, sedikitnya ada 18 titik yang dijadikan tempat atau tuan rumah BAM.

Diantaranya: SDN 3 Kembiritan, SDN 8 Kembiritan, SDN 9 Kembiritan, SDN 1 Genteng Wetan, SDN 3 Genteng Wetan, SDI Kebunrejo, SDMuh 6 Genteng, SDN 1 Setail, SDN 2 Setail, SDI Darus Syafaah, SDN 2 Kaligondo, SDN 7 Kaligondo, SMPN 1 Genteng, SMPN 2 Genteng, SMPN 3 Genteng, SMPN 4 Genteng, SMP Hadi Wijaya Genteng dan SMP Unggulan Bustanul Makmur Gentengwetan.

Baca Juga: In House Training (IHT), Strategi Pembelajaran Jarak Jauh

Di sela model pendidikan daring ini pun, BAM juga tahu diri untuk membatasi peserta terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan peralatan yang dibantu langsung oleh Pemda dan telah terdistribusi di kantor Satkorwildik di 25 kecamatan pada H-3 pelaksanaan (Sabtu-Senin). Beberapa peralatan BAM tersebut adalah Face-sheild, X-banner (spanduk), 3 buku inspiratif, kaos, piagam, name tag, tas kain, dan blocknote petunjuk.

Adapun thermogun, hand sanitaizer, tempat cuci air mengalir dan sabun cuci serta pelengkap ruang pertemuan berjarak sosial, sudah disiapkan oleh tuan rumah. Amat administratif dan meneladankan para warga belajar. Relawan yang datang terjadwal dari DPRD Kabupaten Banyuwangi, Sri Wahyuni, S.Si dari PKS.

Sarjana Sains jebolan Teknik Statistik ITS Surabaya itu di hadapan 40an OSIS (BSE) SMPN 1 Genteng mengingatkan akan urgennya karakrer jujur, tanggung jawab, percaya diri, dan disiplin dalam belajar. “Karakter ini jadi bekal yang baik bagi para pelajar,” katanya dengan mantab.

(Foto: istimewa)
(Foto: istimewa)

Maksud dan tujuan kegiatan BAM adalah memotivasi siswa untuk tetap semangat belajar di era pandemi, mendekatkan orang profesional dengan lembaga pendidikan (warga belajar), melaksanakan ajakan Kemendikbud RI tentang pentingnya Merdeka Belajar, dan sosialisasi pencetusan proyek sosial pendidikan. Relawan berhak menceritakan kesuksesan pribadi dan trik menjadi profesional yang sukses, dan lain-lain.

Di SMPN 1 Genteng, terjadwal rapi, bahwa acara dibuka 08.15 oleh pengawas H. Sujianto, M.Pd dan ditutup secara resmi pada pukul 10.30 oleh kepala sekolah H.M. Sodiq. Karena itu sejak Jumat, kepala sekolah telah mengkoordinir jajarannya dengan amat baik, melalui daring maupun tatap muka agar acara Pemda ini bisa berjalan sukses.

Sementara itu, humas SMPN 1 Genteng Suyanto, M.Si mengingatkan akan berita di koran nasional Kompas terbitan Senin 27 Juli 2020 rubrik Pendidikan Kebudayaan halaman 5 kolom 1-7, bahwa dalam Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), geliat Pornografi daring telah mengincar anak-anak. Karena itu dibutuhkan bimbingan dan pengawasan orang tua agar terhindar dari jerat pornografi dimaksud.

Dalam kerangka inilah, bahwa sebaiknya konsep PJJ antara pemerintah, sekolah, dan orang tua memiliki peran yang setara. Direktur PAUD Ditjen PAUD PENDAS dan PENMEN Kemdikbud Muhammad Hasbi menyebut ada sebanyak 6,8 juta anak usia dini sekarang sedang belajar dari rumah atau daring (dalam jaringan). (Suyanto, M.Si guru di SMPN1 Genteng)

Redaksi menerima tulisan dari para Netizen, tentang apa saja asal tidak mengandung sara dan ujaran kebencian. Mulai dari Wisata, Kuliner atau cerita perjalanan. Bisa dikirim lewat email redaksi@kabarbanyuwangi.co.id atau melalui WhatsApp (WA) +6289682933707, beserta foto dan keterangannya. Terimakasih.

_blank

Kabar Terkait