Bandara Banyuwangi Sabet Tiga Penghargaan, Salah Satunya Pengakuan Asean Berkat Arsitektur Ramah LingkunganPT Angkasa Pura Banyuwangi

Bandara Banyuwangi Sabet Tiga Penghargaan, Salah Satunya Pengakuan Asean Berkat Arsitektur Ramah Lingkungan

Bandara Internasional Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id – Bandara Internasional Banyuwangi kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih beberapa penghargaan bergengsi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Bandara yang berlokasi di Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi itu, sukses memborong tiga penghargaan Sepanjang tahun 2026.

Pencapaian penting diraih pada ajang Asean Energy Award 2026 di Manila pada 7 Oktober 2026. Bandara Internasional Banyuwangi berhasil menyabet trofi Runner Up dalam kategori Energy Efficient Building, segmen Tropical Building.

Baca Juga :

Melalui desain dan arsitektur berkonsep green airport, bandara ini mendorong efisiensi dalam segala aspek, termasuk dalam hal pencahayaan alami serta sirkulasi udara yang sangat baik sehingga menghadirkan kesejukan dan kenyamanan di terminal penumpang meski tanpa penyejuk udara.

Asean Energy Award merupakan ajang penghargaan tertinggi di tingkat Asia Tenggara yang mengapresiasi keunggulan, kreativitas serta dedikasi sektoral swasta dan pemerintahan dalam bidang mempromosikan efisiensi energi baru terbarukan (EBT) serta teknologi energi bersih yang menjadi tolok ukur bagi perusahaan atau organisasi dalam mengelola energi secara ramah lingkungan.

Sebelum meraih penghargaan di tingkat ASEAN, Bandara Internasional Banyuwangi terlebih dahulu memperoleh penghargaan GOLD dalam ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) atas inovasi penerapan efisiensi energi pada bangunan eksisting building.

Penghargaan yang diberikan oleh PT. Sucofindo (Persero) pada September 2026 tersebut untuk mengapresiasi inovasi perusahaan di Indonesia dalam bidang pengelolaan lingkungan, keberlanjutan, dan efisiensi operasional.

"Kami bersyukur mendapatkan beberapa penghargaan, baik itu di tingkat nasional maupun ASEAN. Memang Banyuwangi ini memiliki keunggulan terkait green airport, sehingga perlu kita jaga dan dilestarikan agar Bandara Internasional Banyuwangi ini bisa dilihat oleh seluruh dunia," kata General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, Senin (19/10/2026).

Prestasi Bandara Internasional Banyuwangi tidak berhenti pada aspek lingkungan dan efisiensi energi. Pengelolaan komunikasi perusahaan juga menjadi salah satu sektor yang mendapat pengakuan.

Dalam gelaran Communication Summit 2026 yang diikuti 36 bandara di bawah naungan InJourney Airports, Bandara Internasional Banyuwangi meraih peringkat ketiga kategori The Most Content Created.

Sejumlah penghargaan bergengsi diraih Bandara Internasional Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

Penghargaan ini menjadi apresiasi atas konsistensi dan kreativitas manajemen Bandara Internasional Banyuwangi dalam menghadirkan berbagai konten informatif, inspiratif, dan engaging untuk terus mendekatkan bandara dengan masyarakat.

"Kami juga mendapat penghargaan terkait dengan kehumasan, walaupun masih di posisi tiga tapi harapannya kedepan bisa lebih menjadi yang terbaik," ujar Holik.

Di bawah pengelolaan InJourney Airports, Bandara Internasional Banyuwangi juga terus didorong untuk mengambil peran dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang berkaitan dengan promosi potensi lokal, termasuk keterlibatan dalam pertunjukan kolosal melibatkan ribuan penari dalam Gandrung Sewu. (fat)