
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Kemilau cahaya warna-warni hiasi para penari gandrung. Gemulai tariannya berpadu dengan pendar cahaya kuning, hijau dan merah. Menghiasi omprok hingga motif batiknya. Ratusan penonton dibuat berdecak kagum menyaksikan penampilan gandrung yang lain dari biasanya itu.
Itu adalah potret saat Gandrung Sewu ditampilkan di amphiteater panggung budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, pada 14 November 2026.
Gandrung Sewu mini show
ditampilkan oleh 40 penari tersebut sebagai promosi Gandrung Sewu 2026 yang
akan ditampilkan oleh 1.300 penari pada Sabtu, 24 Oktober 2026 pekan depan di
Pantai Marina Boom Banyuwangi.
“Saya tidak menyangka penampilan
gandrung sewu memang akan sekeren ini,” ujar Rana, salah satu penonton yang
menyaksikan mini show Gandrung Sewu 2026 di TMII Jakarta.
“Penasaran datang ke sini karena
kan memang video Gandrunfg Sewu selama ini selalu viral. Keindahan budaya
berpadu dengan kreativitas masa kini. Sebuah pertunjukan yang layak
dibanggakan,” tambahnya.
Gandrung Sewu 2026 tahun ini akan
mengusung konsep baru. Jika pada penyelenggaraan sebelumnya dilakukan pada
siang hari, kali ini dihelat pada malam hari.
“Konsepnya glow in the dark. Kita
kolaborasi dengan InJourney untuk menghadirkan konsep pertunjukan yang baru,”
ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Improvisasi baru dalam
pertunjukan Gandrung Sewu itu, diyakini bakal menyajikan pengalaman luar biasa
bagi para penonton. Menyaksikan pertunjukan kolosal pertama kalinya yang
mengusung konsep demikian.
Para penari dihiasi dengan
instrumen khusus sehingga menimbulkan kilauan cahaya di tengah gelapnya malam.
“Pastikan kita menjadi saksi
sejarah pertunjukan gandrung sewu dengan konsep baru ini,” ajak Ipuk.
Perubahan konsep tersebut, tak
semata adaptasi yang sekadarnya. Namun, juga dipadukan dengan kreativitas baru
guna menyesuaikannya.
“Kami menyesuaikan sejumlah
koreografinya supaya efek kilauan cahaya dari penari gandrungnya bisa sempurna
mengikuti gerakannya,” ujar Suko Prayitno, Koordinator Pelatih Tari Gandrung
Sewu.
Improvisasi tersebut, imbuh Suko,
tidak bakal mengubah pakem dari tari gandrung sendiri. Dengan tema “Kembang Darmo”,
pembabakan tarian akan tetap menyajikan keluhuran budaya Blambangan. “Justru
akan melahirkan pengalaman yang berbeda,” tegasnya.
Gandrung Sewu kali ini
berkolaborasi dengan InJourney, perusahaan di bawah Danantara yang bergerak
dalam sektor aviasi dan pariwisata.
Hal tersebut merupakan bagian dari InJourney untuk mengembangkan destinasi wisata di berbagai daerah yang terkoneksi dengan penerbangan. (*)
