
Manajemen Bandara Internasional Banyuwangi bersama peserta IHH dan InJourney UMKM di Aula Kantor Diskopumdag. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – PT Angkasa Pura melalui Bandara Internasional Banyuwangi kembali menggelar program InJourney Hospitality House (IHH) and InJourney UMKM 2026 untuk meningkatkan kualitas layanan pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari pada 19-20 Oktober 2026 di Aula Kantor Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag) Banyuwangi, dengan melibatkan para pelaku pariwisata dan usaha lokal di Bumi Blambangan.
Program tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap
perhelatan Gandrung Sewu 2026 di Pantai Boom, Banyuwangi pada 24 Oktober
mendatang. Tahun ini, pertunjukan kolosal yang melibatkan ribuan penari tersebut
mengusung konsep glow in the dark.
General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Mohamad
Holik Muardi mengatakan, IHH merupakan wujud komitmen InJourney dalam
memperkuat kualitas pelayanan dan keramahtamahan di sektor pariwisata daerah.
Sementara InJourney UMKM dirancang untuk memperkuat
kapasitas usaha sekaligus membuka akses pasar bagi pelaku usaha lokal. Program
ini juga melibatkan Sarinah Pandu, yang merupakan bagian dari ekosistem
InJourney, dalam kolaborasi pengembangan kreativitas melalui InJourney
Creativity House (ICH).
Menurutnya, program tersebut sekaligus menjadi bentuk
sinergi antara pengelola bandara dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam
menyukseskan agenda pariwisata unggulan daerah.
“Kegiatan ini kami lakukan sebagai rangkaian untuk
mendukung Gandrung Sewu yang digelar Pemkab Banyuwangi. Ini merupakan bentuk
sinergi kami dalam mendukung kegiatan tersebut,” ujar Holik di sela kegiatan,
Senin (19/10/2026).
Dukungan terhadap Gandrung Sewu juga terlihat melalui
berbagai ornamen promosi yang dipasang di kawasan Bandara Internasional
Banyuwangi. Pemasangan spanduk dan umbul-umbul menjadi bagian dari upaya
membangun atmosfer penyambutan bagi wisatawan yang datang ke Banyuwangi.
General
Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi. (Foto:
Istimewa)
Holik menjelaskan, program IHH dan InJourney UMKM dirancang
untuk memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha serta insan pariwisata di
Bumi Blambangan.
"Untuk pelaksanaannya berlangsung selama dua hari,
hari pertama kegiatan IHH diikuti 60 peserta, dan hari berikutnya ada 65 orang
mengikuti InJourney UMKM," sambungnya.
Holik berharap program tersebut tidak hanya memperkuat
kualitas pelayanan pariwisata, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha
lokal untuk berkembang dan memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya
kunjungan wisatawan.
"Semoga program ini bisa memberikan benefit bagi
pelaku usaha dan pelaku tourism di Banyuwangi. Karena kita akan memberikan
insight atau sharing session terkait dengan tourism, hospitality dengan tetap
mengedepankan kearifan lokal bagi pelaku, baik itu pok darwis, pemilik
homestay, penari dan lain-lainnya. Harapannya ini bisa meningkatkan ekonomi
daerah," pungkasnya. (*)
