
Para calon penumpang memadati ruang tunggu Bandara Internasional Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Penjualan tiket penerbangan dari dan menuju Banyuwangi telah habis atau full booked jelang gelaran Gandrung Sewu 2026. Pertunjukan kolosal itu dihelat pada 24 Oktober mendatang di kawasan Pantai Boom.
General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi mengatakan, tiket penerbangan rute Jakarta-Banyuwangi (PP) maupun Surabaya-Banyuwangi, telah habis dipesan untuk periode 22-25 Oktober 2026.
"Untuk penerbangan reguler yang eksis saat ini,
tiket sudah habis, baik itu tujuan Jakarta-Banyuwangi pulang pergi maupun
Surabaya sudah full booked dari tanggal 22 sampai dengan 25 Oktober," kata
Holik, Selasa (20/10/2026).
Pengelola Bandara Internasional Banyuwangi terus
berkoordinasi dengan beberapa maskapai terkait penambahan penerbangan serta
kemungkinan penggunaan pesawat berkapasitas lebih besar.
"Kami sedang mengoordinasikan kembali dengan salah
satu maskapai. Kita juga sedang melakukan pembahasan adanya penambahan
penerbangan dari Surabaya bisa menggunakan pesawat yang lebih besar," kata
dia.
Menurut Holik, upaya tersebut masih dalam tahap
pembahasan dan belum mencapai kesepakatan. Pihaknya berharap mendapatkan kabar
baik dari hasil koordinasi yang melibatkan beberapa pihak terkait di tingkat
pusat.
Trend peningkatan pengguna jasa transportasi udara ini
mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk menyaksikan langsung Gandrung
Sewu yang selalu dinantikan dan mampu menarik pergerakan wisatawan nusantara
maupun mancanegara.
Gelaran tari kolosal Gandrung Sewu pada 24 Oktober 2026,
mengusung konsep baru. Untuk pertama kalinya selama 14 tahun, pertunjukan yang
telah menjadi salah satu ikon budaya Banyuwangi tersebut digelar malam hari.
Gandrung Sewu 2026 yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten
Banyuwangi mendapat dukungan penuh dari InJourney, Holding BUMN di sektor
aviasi dan pariwisata. Kolaborasi ini menjadi energi baru dalam pengembangan
Gandrung Sewu sekaligus penguatan seni budaya serta pariwisata daerah. (fat)
