
Aston Banyuwangi Hotel. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Perhotelan merupakan salah satu sektor yang merasakan dampak positif dengan adanya pagelaran Gandrung Sewu sebagai agenda unggulan Kabupaten Banyuwangi.
Antusiasme wisatawan terhadap pertunjukan kolosal yang akan dihelat pada 24 Oktober 2026 itu, turut mendongkrak okupansi hotel, bahkan nyaris penuh jelang gelaran Gandrung Sewu.
General Manager Aston Banyuwangi Hotel, Catur Rahmadi
mengungkapkan, tingkat keterisian kamar di hotelnya telah full 100 persen pada
hari-H pelaksanaan Gandrung Sewu. Capaian tersebut berdasarkan data pemesanan
kamar yang masuk hingga Kamis (22/10/2026).
"Tercatat di kami sudah 100 persen, orang yang
booking menginap pada tanggal 24 Oktober. Bahkan ini permintaan masih
ada," kata Catur, Kamis (22/10/2026).
Kondisi serupa juga terjadi di Kokoon Hotel Banyuwangi.
Tingkat okupansi disebut telah tembus 100 persen sejak sepekan sebelum acara
berlangsung.
"Sudah 100 persen, bahkan sejak minggu lalu penuhnya," kata Evelyn May Fanny, Cluster Assistant Marcomm Manager Kokoon Hotel Banyuwangi.
Kokoon
Hotel Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
Gandrung Sewu 2026 dijadwalkan berlangsung di Pantai
Marina Boom Banyuwangi dengan melibatkan 1.300 penari. Untuk pertama kalinya
dalam 14 tahun penyelenggaraan, pertunjukan tari kolosal tersebut digelar pada
malam hari dengan konsep glow in the dark.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, konsep
baru tersebut dihadirkan melalui kolaborasi dengan InJourney. Para penari akan
menggunakan instrumen khusus yang menghasilkan kilauan cahaya saat bergerak di
tengah gelapnya malam.
"Kita kolaborasi dengan InJourney untuk menghadirkan
konsep pertunjukan yang baru. Gandrung Sewu bagi kami, tidak hanya sebatas
wisata. Tapi ini adalah keluhuran budaya. Kami wariskan nilai pada generasi
muda, sekaligus mengenalkan pada dunia," ujar Ipuk. (fat)
