
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batumandi yang terbakar di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menelepon mereka.
Melalui sambungan video call (VC), Rabu (21/10/2026), Bupati Ipuk menyapa para penari dan pendamping yang selamat, memastikan kondisi mereka.
Dalam percakapan itu, Ipuk
memberi semangat agar tetap tabah dan menjaga kondisi kesehatan setelah
kejadian yang mereka alami. Ia juga menyampaikan keprihatinan atas musibah
tersebut serta berharap seluruh penari dapat tiba di Banyuwangi dalam keadaan
selamat.
“Bagaimana kabar anak-anak semua?
Sehat-sehat ya? Saya sangat khawatir kondisi kalian,” ucap Ibu mengawali
videocall dengan pendamping penari, Suprianto.
Saat dihubungi, para penari
diketahui tengah melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi menggunakan bus
setelah insiden kebakaran kapal. Meski alami insinden, mereka mengaku tetap
akan melanjutkan tampil di Gandrung Sewu, Sabtu 24 Oktober 2024.
“Nanti ada kendaraan dari pemda
menjemput kalian di terminal bus terakhir. Pemkab akan memfasilitasi keperluan
kalian selama di Banyuwangi. Termasuk juga hingga kalian kembali ke Lampung dan
Palembang nantinya,” kata Ipuk.
Di tengah musibah tersebut,
semangat para penari untuk tampil dalam pertunjukan Gandrung Sewu tetap
menyala.
Mereka menyatakan tetap bertekad
menari dalam perhelatan budaya tahunan kebanggaan Banyuwangi itu. Tekad
tersebut menjadi gambaran kecintaan mereka terhadap seni dan budaya daerah yang
selama ini mereka tekuni.
“Terima kasih atas semangatnya
yang tetap mau berangkat ke Banyuwangi untuk Gandrung Sewu. Kami semua sangat
terharu dengan perjuangan dan pengorbanan kalian semua,” kata Ipuk.
Gandrung Sewu 2026 dijadwalkan
berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober mendatang pukul 18.30. Pada tahun ini
terdapat 200 dari 1.300 penari dari luar Banyuwangi yang berpartisipasi. Mereka
datang antara lain dari Palembang, Lampung, Jakarta, Bali, Malang, dan
Pasuruan.
Salah satu peserta Gandrung Sewu,
Sefita Apriliani sempat menceritakan kronologi kejadian kepada Bu Ipuk. Mereka
mengaku sedih selendang dan kipas yang akan dipersiapkan untuk Gandrung Sewu
ikut terbakar di kendaraan.
“Kejadiannya sangat menegangkan
bu, kami semua merasa sesak di dalam kapal saat mulai terbakar sebelum akhirnya
diangkut sekoci. Kami sangat sedih selendang dan kipas kami ikut terbakar
karena di dalam mobil. Itu kan pemberian Bu Ipuk ke sanggar kami beberapa tahun
lalu,” tutur Sefita Apriliani.
“Namun kami bertekad tetap tampil
di Gandrung Sewu, tekad kami sudah bulat bu,” timpal Valencia penari lainnya
asal Palembang saat videocall.
Dukungan dan doa mengalir agar
para penari segera pulih, selamat sampai di Banyuwangi, serta dapat kembali
beraktivitas.
“Semoga mereka diberikan kekuatan, dan bisa tampil dengan bagus di Gandrung Sewu. Kita semua salut dengan ketegaran mereka,” doa Hujaini, warga Boyolangu. (*)
