
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Setelah sempat bersih melalui aksi kolaborasi Pemkab Banyuwangi, warga desa, Sungai Watch, dan berbagai pihak, sampah di Sungai Kalimati Muncar kembali menumpuk. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pun menyiapkan langkah integrasi penanganan sampah yang berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Bupati Ipuk saat meninjau kawasan Sungai Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kamis (22/10/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan sampah di kawasan sungai itu tidak berhenti pada aksi bersih-bersih, tetapi berlanjut dengan sistem pengelolaan dan pengawasan yang berkelanjutan.
Ipuk mengatakan, persoalan sampah
di muara Sungai Kalimati tidak bisa diselesaikan hanya dengan membersihkan
tumpukan sampah yang ada. Pasalnya, setelah sempat bersih melalui aksi
kolaborasi Pemkab Banyuwangi, Sungai Watch, warga, dan berbagai pihak, sampah
kembali menumpuk beberapa minggu kemudian.
“Ini menunjukkan bahwa persoalan
sampah tidak cukup diselesaikan dengan membersihkan sungai. Harus ada perubahan
perilaku, sistem pengelolaan sampah yang baik, dan pengawasan bersama agar
sampah tidak kembali menumpuk,” ujar Ipuk.
Untuk itu, Pemkab Banyuwangi
menyiapkan rencana aksi komprehensif di sepanjang 1.645,82 meter alur Sungai
Kalimati. Penanganan dirancang secara bertahap, mulai dari pembersihan skala
besar, pencegahan pembuangan sampah di sungai, hingga pengelolaan sampah yang
melibatkan masyarakat dan pelaku usaha di sekitar sungai.
Sebagai langkah awal akan
dilakukan kerja bakti massal pada Senin (26/10/2026) mendatang. Pemkab akan
mengerahkan alat berat serta melibatkan warga, nelayan, dan perangkat untuk
membersihkan aliran sungai dari tumpukan sampah.
“Pengerukan dan pengangkutan
sampah akan dilakukan ke tempat pembuangan akhir yang sesuai. Kami juga akan
memasang imbauan larangan membuang sampah sembarangan,” jelas Ipuk.
Setelah pembersihan, Pemkab
Banyuwangi berencana memasang paranet di sepanjang bagian atas sungai untuk
membatasi akses pembuangan sampah ke sungai.
Pemasangan ditargetkan
berlangsung dalam rentang satu hingga enam bulan. Selain itu, kamera CCTV akan
dipasang di sejumlah titik strategis untuk memantau aktivitas di sepanjang
aliran sungai sekaligus mencegah pembuangan sampah secara sembarangan.
“Pemantauan melalui CCTV
diharapkan memperkuat pengawasan dan mencegah orang membuang sampah ke sungai.
Warga yang katahuan, akan kita minta untuk mengambil sampahnya di sungai
kembali. Namun, yang paling penting adalah kesadaran bersama untuk menjaga sungai
tetap bersih,” tutur Ipuk.
Upaya tersebut akan dilanjutkan
dengan mengajak warga membuat kesepakatan bersama Banyuwangi Hijau terkait
pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Skema ini akan melibatkan berbagai
pihak, termasuk pabrik, pemilik tambak, dan masyarakat di sekitar kawasan
sungai.
Ipuk berharap, penanganan Sungai
Kalimati tidak hanya mengatasi persoalan sampah dan dampak kesehatan
lingkungan, tetapi juga membuka peluang pengembangan kawasan yang lebih
produktif.
“Kita ingin Sungai Kalimati benar-benar bersih, lingkungannya sehat, dan masyarakatnya ikut menjaga. Kalau ini bisa kita lakukan bersama secara konsisten, kawasan ini bukan hanya terbebas dari sampah, tetapi juga punya potensi untuk dikembangkan menjadi pusat kuliner yang menggerakkan ekonomi warga,” pungkasnya. (*)
