
Suasana rapat kerja mengenai percepatan pembangunan pendidikan di gedung DPRD Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Kelanjutan pembangunan gedung Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam, (FIKKIA) UNAIR di Banyuwangi, menjadi perhatian DPRD setempat.
"Hingga saat ini rencana pembangunan gedung FIKKIA UNAIR belum juga terlaksana. Melalui rapat kerja bersama eksekutif dan pihak kampus, kami berupaya mengurai apa yang menjadi kendala," ujar Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Siti Mafrochatin Ni'mah, Selasa (13/1/2026).
Dalam rapat terungkap, salah satu hambatan utama adalah
perbedaan persepsi antara eksekutif daerah dan Badan Pertanahan Nasional (BPN)
terkait mekanisme hibah lahan aset daerah.
BPN meminta adanya persetujuan DPRD dalam proses
pemindahtanganan atau hibah lahan, sementara pihak eksekutif berpendapat
persetujuan dewan tidak diperlukan dengan mengacu pada Pasal 332 Permendagri
Nomor 19 Tahun 2016.
Di sisi lain sesuai UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara mengatur bahwa pemindatanganan lahan aset daerah bernilai
di atas Rp. 5 miliar, perlu persetujuan DPRD. Namun aturan ini tidak berlaku
jika tanah atau bangunan aset daerah tersebut dipergunakan untuk kepentingan
umum.
"Eksekutif dan BPN harus menyamakan persepsi dulu
terkait dengan aturan persetujuan DPRD mengenai lahan aset daerah yang akan
dihibahkan," ucapnya.
Sesuai ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27
Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah serta peraturan
pelaksanaannya Permendagri Nomor 19 Tahun 2016, lahan aset daerah yang
dihibahkan sudah bersertifikat untuk memberikan kepastian dan perlindungan
hukum bagi penerima hibah.
"Eksekutif akan kita dorong untuk segera
menindaklanjuti ke BPN agar terbit sertifikat. Sehingga proses pembangunan bisa
segera terlaksana, UNAIR sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 30 miliar untuk
gedung baru FIKKIA di Banyuwangi," bebernya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu optimis,
pembangunan gedung baru FIKKIA UNAIR akan berdampak signifikan pada peningkatan
kualitas SDM dan pendidikan, perggerak ekonomi lokal, mendorong inovasi,
berkontribusi langsung pada kesejahteraan, serta pembangunan berkelanjutan.
Dekan FIKKIA UNAIR, Dr. Rahadian Indarto Susilo
berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang sudah berjalan
di Banyuwangi.
"Sejak tahun 2014 kualitas pendidikan UNAIR di
Banyuwangi terus meningkat. Saat ini kami sudah memiliki prodi kedokteran.
Untuk meningkatkan kualitas itu, kita akan membangun fasilitas gedung
baru," ujarnya.
Pembangunan fasilitas gedung baru FIKKIA UNAIR
direncanakan di dua lokasi. Yakni di kampus kedokteran dan kesehatan masyarakat
yang dipusatkan di Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri.
Berikutnya pembangunan gedung baru di Desa Kedayunan,
Kecamatan Kabat untuk pusat pendidikan kedokteran hewan, perikanan dan
akuakultur lengkap dengan Rumah Sakit Pendidikan dan Rumah Sakit Hewan.
"DPRD Banyuwangi sangat mendukung dengan rencana
ini. Kedepan harapannya pembangunan gedung baru segera terwujud dan memberikan
manfaat luas bagi Banyuwangi," imbuhnya. (fat)