Dukung Pariwisata Pesisir, Poliwangi Bangun Gapura Bambu dan Berdayakan Nelayan Pantai BlimbingsariPoliteknik Negeri Banyuwangi

Dukung Pariwisata Pesisir, Poliwangi Bangun Gapura Bambu dan Berdayakan Nelayan Pantai Blimbingsari

Prosesi penyerahan gapura bambu rekayasa yang diawetkan dan pemberdayaan nelayan di Pantai Blimbingsari dari tim PkM Poliwangi. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) mengulurkan tangan untuk memperkuat daya tarik destinasi wisata pesisir di Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Puncak rangkaian kegiatan yang ditandai dengan penyerahan fasilitas tersebut berlangsung pada Selasa (13/10/2026).

Melalui penerapan teknologi struktur portal berbasis Engineered Treated Bamboo (bambu rekayasa yang diawetkan), akademisi Poliwangi berkolaborasi aktif dengan kelompok nelayan setempat guna menata akses sekaligus memperkuat tata kelola pariwisata secara mandiri.

Langkah inovatif ini diambil menyusul keterbatasan infrastruktur penunjang di Pantai Blimbingsari. Berdasarkan hasil observasi awal serta koordinasi dengan Pemerintah Desa Blimbingsari dan kelompok nelayan, destinasi wisata unggulan tersebut sebelumnya belum memiliki gapura penanda kawasan dan sistem pengaturan akses kendaraan yang memadai. Dampaknya, tata kelola lalu lintas pengunjung kurang teratur dan potensi pendapatan dari retribusi parkir belum dikelola secara optimal.

Baca Juga :

Menanggapi tantangan tersebut, tim PkM Poliwangi meluncurkan program bertajuk "Pemberdayaan Kelompok Nelayan melalui Penerapan Teknologi Struktur Portal Jalan Akses Berbasis Engineered Treated Bamboo untuk Mendukung Kawasan Wisata Pantai Blimbingsari".

Program pengabdian lintas disiplin ilmu di lingkungan Jurusan Teknik Sipil Poliwangi ini dipimpin oleh Megalita Rodiyani, S.T., M.T. selaku Ketua Tim PkM. Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi, yakni Prodi Teknologi Rekayasa Jalan dan Jembatan, Prodi Manajemen Konstruksi, serta Prodi Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung. Tim dosen terdiri dari Ir. Catur Bejo Santoso, S.T., M.T. dan Mohamad Galuh Khomari, S.Pd., M.T., serta didukung oleh mahasiswa Mia Amelia Puspita Sari dan Deris Fahmi Apriansyah.

Penggunaan material Engineered Treated Bamboo menjadi fokus utama teknis pembangunan ini. Material bambu olahan yang telah melalui proses pengawetan dan rekayasa struktur tersebut dipilih karena memiliki daya tahan superior terhadap iklim pesisir yang korosif, sekaligus ramah lingkungan dan mengedepankan potensi lokal.

Proses pengerjaannya dilakukan secara gotong royong antara tim Poliwangi dan kelompok nelayan. Tahapan dimulai dari pemetaan, analisis daya dukung tanah, perancangan desain teknis, pembuatan fondasi, hingga perakitan rangka gapura dan instalasi portal bukaan akses. Fasilitas ini turut memperjelas pembagian zonasi antara kawasan tengah dan kawasan selatan sebagai area pengembangan wisata baru di pesisir Blimbingsari.

Selain infrastruktur fisik, tim PkM Poliwangi memberikan pendampingan manajemen pariwisata. Para nelayan dibekali pelatihan tata cara operasional portal, pengelolaan zonasi parkir, hingga pencatatan keuangan parkir sederhana yang dilengkapi dengan simulasi praktis.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan berita acara serah terima (BAST) aset gapura dari pihak Poliwangi kepada ketua kelompok nelayan setempat.


Usai penyerahan dan pemberdayaan, tim PkM Poliwangi dan para nelayan sekitar Pantai Blimbingsari serta tokoh masyarakat setempat berswafoto di depan gapura bambu. (Foto: Istimewa)

Ketua Tim PkM Poliwangi, Megalita Rodiyani, S.T., M.T., menegaskan bahwa keterlibatan nelayan merupakan kunci utama dari keberlanjutan program ini.

"Melalui kegiatan ini, kelompok nelayan bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pengelola utama kawasan wisata. Gapura ini diharapkan menjadi ikon baru Pantai Blimbingsari sekaligus mendorong kesejahteraan nelayan melalui pengelolaan wisata yang mandiri," ujar Megalita dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Dengan terlaksananya program pemberdayaan ini, tim Poliwangi berharap penerapan teknologi struktur portal berbasis bambu rekayasa dapat menjadi model pembangunan infrastruktur pesisir yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal di Desa Blimbingsari. (red/adv)