Komisi IV DPRD Banyuwangi Bawa Persoalan Kemacetan Pelabuhan Ketapang ke Ditjen HublaDPRD Banyuwangi

Komisi IV DPRD Banyuwangi Bawa Persoalan Kemacetan Pelabuhan Ketapang ke Ditjen Hubla

Anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi saat melakukan pertemuan di Kantor Ditjen Hubla. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id - Komisi IV DPRD Banyuwangi mendorong pemerintah pusat segera mengambil tindakan untuk mengatasi persoalan kemacetan berulang di Pelabuhan Ketapang.

Hal itu disampaikan saat Komisi IV DPRD Banyuwangi mendatangi Kantor Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan pada Kamis (8/10/2026).

Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi Patemo mengatakan, persoalan kemacetan di Ketapang-Gilimanuk menjadi masalah sangat serius. Antrean kendaraan kini tidak hanya momen hari besar, tetapi juga mulai terjadi pada hari-hari biasa.

Baca Juga :

Menurutnya masalah ini perlu ditangani secara terpadu dan berada dalam satu komando Kementerian Perhubungan. "Harus satu komando, yaitu Kementerian Perhubungan. Makanya kami membawa persoalan ini ke pusat agar bisa segera teratasi," kata Patemo.

Dalam pertemuan tersebut, rombongan Komisi IV DPRD Banyuwangi ditemui Kasubdit Sistem Informasi Direktorat Lalu Lintas Angkutan Laut, Anwarudin. Legislatif menyampaikan desakan agar operator seperti PT ASDP Indonesia dan Pelindo juga melakukan pembenahan secara kontinyu seiring meningkatnya volume kendaraan yang ada.

"Jangan hanya saat kami wakil rakyat turun sidak kemudian bisa lancar, tapi setelah itu macet kembali. Kami ingin supaya continue, hari demi hari ada kelancaran," ujarnya.

Wakil Rakyat Banyuwangi itu juga mendorong adanya penambahan dermaga baru di wilayah Bulusan. Termasuk mengusulkan percepatan pembangunan jembatan penghubung dari Bulusan menuju kawasan LCM serta relokasi permukiman di sekitar lokasi.

Menurut Patemo, jembatan itu perlu segara dibangun agar kendaraan tidak kembali menumpuk di pintu masuk Pelabuhan Ketapang hingga melumpuhkan jalur utama.

DPRD juga mendorong adanya peremajaan armada yang beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Kapal-kapal berukuran kecil dinilai perlu diganti dengan kapal berkapasitas lebih besar.

"Kapal-kapal yang kecil segera dilakukan rebooting. Kapal-kapal ini harus diganti dengan kapal-kapal yang di atas 2.000 GT," ujar Patemo.

Selain persoalan penyeberangan, Komisi IV turut menyampaikan kebutuhan pelebaran jalan dan jembatan di jalur Ketapang menuju Situbondo. Kondisi jalan nasional yang sempit dinilai memperparah kemacetan.

Untuk mengurai masalah ini, DPRD Banyuwangi tidak hanya berhenti dengan bertemu Dirjen Hubla. Patemo mengatakan, pihaknya juga akan mendatangi ASDP dan Pelindo untuk membahas persoalan tersebut.

"ASDP juga harus kami datangi, Pelindo juga. Karena ini leading sector-nya di penyeberangan kita," pungkasnya. (fat)