
Personel Satlantas Polresta Banyuwangi membagikan nasi bungkus dan minuman kepada sopir truk. (Foto: Fattahur)
KabarBanyuwangi.co.id – Situasi di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, sudah berangsur normal. Arus kendaraan pribadi maupun angkutan logistik mengalir lancar.
Meski situasi sudah berangsur melandai, anggota Satlantas Polresta Banyuwangi masih tetap siaga di beberapa titik strategis guna menjaga stabilitas kelancaran di jalur menuju Pelabuhan Ketapang.
Polresta Banyuwangi memberlakukan skema pengaturan khusus
bagi kendaraan bertonase besar. Truk angkutan logistik diarahkan memasuki
kantong parkir atau buffer zone di Dermaga Bulusan guna menghindari potensi
sumbatan baru di area pintu masuk pelabuhan.
"Berkat kerja keras personel di lapangan, saat ini
arus menuju ASDP Ketapang sudah kembali lancar. Fokus kami sekarang adalah
mempertahankan kelancaran ini dengan mengatur ritme masuknya kendaraan
besar," kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan,
Sabtu (4/4/2026).
Para sopir yang tergabung dalam Asosiasi Sopir Logistik
Indonesia (ASLI) dan Gerakan Aliansi Pengemudi Indonesia Bersatu (GAPIBER)
mengapresiasi kerja keras petugas dalam mengurai kepadatan lalu lintas di jalur
utama menuju Pelabuhan Ketapang.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada
jajaran Polresta Banyuwangi dalam mengurai kepada arus lalu lintas di kawasan
pelabuhan," ujar Koordinator Utama Lintas Organisasi Asosiasi Sopir
Logistik, Slamet Barokah, Minggu (5/4/2026).
Menurut Slamet, keberhasilan Polri mencairkan arus
membuat sopir logistik kini kembali merasa nyaman setelah sebelumnya sempat
terdampak kemacetan beberapa kilometer.
Meski kondisi sudah berangsur normal, asosiasi sopir
logistik berharap pemerintah membenahi sarana, prasarana, dan infrastruktur di
Pelabuhan Ketapang agar kemacetan serupa tak terulang kembali.
"Tolong negara hadir, membenahi sarana dan
prasarana, penambahan dermaga, serta mengaktifkan kembali rute Ketapang-Lembar.
Karena ini untuk kemaslahatan masyarakat luas," ucapnya.
Polisi
mengatur lalu lintas menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
Pengurus ASLI, Farid Hidayat menilai, kemacetan terjadi
seiring dengan meningkatnya volume kendaraan dan dicabutnya Surat Keputusan
Bersama (SKB) yang sebelumnya mengatur pembatasan angkutan logistik selama arus
mudik dan balik Lebaran.
"Kami berharap pemerintah hadir dalam menangani
permasalahan ini. Jika ini tidak segera dievaluasi, kedepan kemacetan akan
lebih parah, karena tingginya intensitas kendaraan," tambahnya.
Di lapangan, anggota kepolisian masih berjaga di
titik-titik penyekatan dan kantong parkir guna memastikan arus kendaraan menuju
Pelabuhan Ketapang tetap lancar. Petugas juga membagikan nasi bungkus dan
minuman kepada para sopir truk logistik yang menunggu giliran masuk kapal.
(fat)