
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Selama libur panjang Lebaran 2026, sebanyak 240.632 wisatawan domestik dan mancanegara mengunjungi Banyuwangi. Banyuwangi tetap menjadi favorit pilihan wisatawan karena memiliki destinasi yang komplit, mulai dari wisata bahari, pegunungan, hingga kulinernya.
Selama libur lebaran, periode 18 Maret hingga 29 Maret 2026, jumlah kunjungan wisatawan itu naik tiga kali lipat dibanding hari-hari biasa. Sementara dibandingkan libur lebaran tahun sebelumnya, terjadi kenaikan sekitar 7 persen. Pada periode yang sama tahun lalu, tercatat 224.329 wisatawan berkunjung ke Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi Ipuk
Fiestiandani mengatakan, tingginya kunjungan wisatawan itu menunjukkan bahwa
Banyuwangi tetap menjadi salah satu destinasi yang diminati dan mendapat tempat
di hati masyarakat.
"Kami berterima kasih kepada
para wisatawan yang telah menghabiskan masa liburannya di Banyuwangi,"
ujar Bupati Ipuk, Kamis (2/4/2026).
“Kami juga berterimakasih kepada
para pelaku jasa wisata yang telah memberikan pelayanan maksimal sehingga
wisatawan merasa aman dan nyaman selama berlibur di Banyuwangi,”
imbuhnya.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Hartono menambahkan, ada beberapa destinasi
wisata yang menjadi magnet utama bagi wisatawan, utamanya pelancong yang
berasal dari luar kota.
Adapun yang tertinggi adalah
Pulau Merah dengan jumlah kunjungan mencapai 37.292 wisatawan. "Pulau
Merah tetap menjadi destinasi yang paling banyak dikunjungi," tutur dia.
Destinasi berikutnya yang tak
kalah digandrungi wisatawan adalah Pantau Marina Boom. Lebih 34 ribu orang
datang ke destinasi yang berada di Selat Bali itu pada rentang waktu yang sama.
"Destinasi lain yang ramai
dikunjungi wisatawan seperti De Djawatan itu 22.990 wisatawan. Lalu Banyuwangi
Park, Grand Watudodol, Desa Wisata Tamansari, Kawah Ijen, Jopuro, Pantau
Mustika, dan banyak lagi," sambung Hartono.
Pada tahun ini ada tambahan
destinasi yang dibuka untuk umum. Yakni Agro Wisata Tamansuruh dan Taman Dewa
Wisata Using di Kecamatan Glagah. “Setelah direvitalisasi beberapa waktu
lalu, kini dua destinasi tersebut kami buka untuk wisatawan. Dan lumayan ramai
juga,” jelas Hartono.
Meningkatnya kunjungan wisatawan tersebut, kata dia, berdampak langsung pada perekonomian daerah. “Sektor lain seperti restoran, warung makan, UMKM, hingga pusat oleh-oleh juga ikut terdampak positif dari lonjakan kunjungan tersebut,” ungkap Hartono. (*)