Dari Aktivis Pejuang Buruh Migran Bermetamorfosis jadi Calon Wakil RakyatMuktar Nabali Mufauwiq

Dari Aktivis Pejuang Buruh Migran Bermetamorfosis jadi Calon Wakil Rakyat

Muktar Nabali Mufauwiq alias Gus Nabil maju mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari PKB lewat Dapil IV. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id - Setelah lama menjadi aktivis pekerja migran, sosok yang tak asing lagi, pria dengan nama lengkap Muktar Nabali Mufauwiq, telah mengambil keputusan mengejutkan dengan merambah masuk ke dunia politik.

Dalam sebuah pers release yang kami terima, pria yang dikenal sebagai aktivis pejuang migran itu kini memasuki arena politik sebagai kandidat anggota legislatif DPRD Banyuwangi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Pria yang akrab disapa Gus Nabil bakal bertarung melalui daerah pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Siliragung, Pesanggaran, Bangorejo, Purwoharjo, dengan nomor urut 1.

Baca Juga :

Ketua Garda BMI Mesir, Gus Nabil telah menjadi penggagas untuk ribuan pekerja yang sering kali tidak terdengar suaranya di negara tempat tujuan. Dengan melangkah ke dunia politik, dia berambisi memberikan perubahan yang lebih mendalam. Suara Gus Nabil telah menjadi panggilan penting bagi perjuangan pekerja migran, menggugah dukungan demi pengakuan dan perlindungan hak mereka.

Dalam posisinya sebagai calon anggota DPRD, dia berharap untuk memusatkan perhatian pada isu-isu pekerja migran serta memastikan kebijakan pro-buruh.

"Saya tidak hanya ingin berjuang di lapangan, tetapi juga ingin membawa isu-isu pekerja migran ke ruang perbincangan dan kebijakan yang dihasilkan di parlemen, sehingga perjuangan mereka bisa memiliki dampak yang lebih besar dan terkoordinasi," ungkap Gus Nabil kepada wartawan, Rabu (30/8/2023).

Gus Nabil telah menarik perhatian banyak orang dengan komitmen teguhnya terhadap hak pekerja migran. Dengan semangatnya, dia menghubungkan perjuangan ini dari medan kerja hingga ke koridor legislatif.

Pengalaman dan pemahamannya tentang masalah pekerja migran akan dia manfaatkan untuk merumuskan kebijakan perlindungan, peningkatan kondisi kerja, serta memberikan suara pada mereka yang terpinggirkan.

Kehadiran Gus Nabil sebagai calon anggota DPRD membawa semangat baru bagi pekerja migran dan masyarakat umum. Dia bertekad membuktikan bahwa pertempuran pekerja migran dapat diupayakan melalui beragam wadah, termasuk arena politik.

Gus Nabil besar di Desa Blokagung, Kecamatan Tegalsari ini berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya di dua Universitas Ahmad Dahlan dan Al Azhar Cairo. Dan sekarang tengah menempuh pendidikan S2 di UGM Yogyakarta.

Dengan basis pendidikan yang kuat, pemuda 29 tahun itu memiliki jaringan luas dan wawasan global dalam ranah politik. Dia juga menyampaikan moto hidupnya, "Think globally, act locally." Hal ini menggambarkan pendekatan Gus Nabil dalam membawa perubahan global melalui tindakan nyata di tingkat lokal.

Sosok ini menegaskan bahwa visinya tidak hanya bersumber dari kearifan lokal, melainkan juga mengambil inspirasi dari pepatah Jawa "mikul duwur mendem jero".

Dengan sikap ini, dia telah membuktikan dedikasinya dalam setiap langkah. Sebagai cucu KH Mukhtar Syafaat Blokagung, dia mewarisi nilai-nilai keluarga dan kearifan lokal sembari tetap berpandangan global. Bakatnya dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris membawanya sebagai tamu yang diundang dalam berbagai acara internasional.

Pada usia muda, Gus Nabil telah menciptakan dampak sebagai aktivis buruh migran ketika menuntut ilmu di Mesir. Dia memperjuangkan hak dan kesejahteraan buruh migran, membuktikan kesungguhannya dalam bertindak lokal untuk dampak global.

Semangat Gus Nabil membuatnya yakin bahwa kaum muda harus berpolitik, karena aspirasi mereka memiliki dampak besar pada perkembangan negara. Dia berpesan bahwa mereka harus mengerti identitas mereka dan mendekati sesuai minat dan bakat masing-masing.

"Dalam pendekatan ini, kita harus mengenal minat dan bakat mereka. Misalnya, jika mereka tertarik dengan voli, kita mendekatinya melalui voli, jika mereka suka musik, kita dekati melalui musik. Setelah kita menjalin hubungan emosional, mereka akan memahami bahwa sesuatu yang dapat kita nikmati sampai pada saat ini, ada andil politik di dalamnya," paparnya.

Dia yakin bahwa tindakan lokal bisa memberikan dampak global yang lebih besar, sebuah filosofi yang ingin dia bawa dalam perannya sebagai calon anggota DPRD. (fat)