Pedagang lato-lato di Jalan Raya Sayu Wiwit, Kelurahan Temenggungan, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Muhajir (64). (Foto: Fattahur)
KabarBanyuwangi.co.id - Lato-lato, mainan tempo dulu kini kembali populer dan digandrungi berbagai kalangan, utamanya anak-anak.
Mainan dua bandul bola yang menghasilkan suara
"etek-etek" itu, kini tengah naik daun. Popularitasnya tak lepas dari
peran media sosial. Anak-anak hingga orang dewasa memainkannya.
Mainan sederhana ini bahkan bisa membawa berkah bagi
pedagang mainan. Pedagang Lato-lato di Banyuwangi mampu meraup cuan hingga
ratusan ribu per hari.
Seperti yang dirasakan Muhajir (64), pedagang mainan yang
berjualan di sekitar Jalan Raya Sayu Wiwit, Kelurahan Temenggungan, Kecamatan
Banyuwangi.
Dia mengaku, telah mendapat untung banyak dari berjualan
Lato-lato sejak akhir Desember 2022. Satu buah Lato-lato, dijual seharga Rp. 10
ribu.
"Waktu momen Nataru kemarin, ramai pembeli. Per hari
bisa 30-60 Lato-lato terjual," ungkapnya, Selasa (10/1/2023).
Selama berjualan Lato-lato, Muhajir mengantongi keuntungan
dikisaran Rp. 300 ribu sampai Rp. 600 ribu per hari.
Tapi, kata Muhajir, omsetnya kini mulai menurun. Sempat
terdongkrak ketika Presiden RI Joko Widodo menghadiri Festival Tradisi Islam
Nusantara di Stadion Diponegoro, Banyuwangi pada Senin (9/1/2023) kemarin.
"Kemarin ada kenaikan, masih bisa laku sekitar 40
lato-lato. Kemungkinan sudah banyak yang punya, sehingga pembeli tidak seperti
awal-awal berjualan," katanya.
Untuk memenuhi permintaan konsumen, per hari ia membawa 100
buah Lato-lato. Meski permintaan sudah mulai berkurang, Muhajir tetap
bersyukur. Karena permainan lawas ini lagi naik daun, sehingga bisa
mendatangkan rezeki tambahan bagi para pedagang mainan seperti Muhajir.
"Alhamdulilah pendapatan bertambah. Hari-hari biasa
seperti ini tidak kurang dari 30 lato-lato yang terjual," akunya.
Muhajir sedikit mengenang permainan lato-lato ini. Ia
menyebut, lato-lato merupakan permainan jaman dulu, pasalnya laki-laki
kelahiran 1959 tersebut juga pernah memainkan lato-lato saat masih kecil dulu.
"Itu permainan zaman dulu, saya pernah main. Dulu
terkenal dengan sebutan Etek-etekan, tapi seingat saya ukurannya lebih besar
dan banyak pilihan warnanya," kata Muhajir. (fat)