Gandrung Sewu Dongkrak Pergerakan Penumpang KAI di Wilayah Tapal KudaKAI Daop 9 Jember

Gandrung Sewu Dongkrak Pergerakan Penumpang KAI di Wilayah Tapal Kuda

Penumpang naik kereta di Stasiun Kalibaru, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id - Gelaran Gandrung Sewu yang berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Kabupaten Banyuwangi turut memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat menggunakan kereta api di wilayah Daop 9 Jember.

Berdasarkan data KAI, selama periode 23-25 Oktober 2026, jumlah penumpang kereta api di wilayah Banyuwangi mencapai 33.311 orang atau meningkat 3,57 persen dibanding pekan sebelumnya.

Manager Hukum dan Humasda KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, menyampaikan bahwa kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat untuk menjangkau berbagai destinasi, termasuk kegiatan berskala besar yang menarik kunjungan wisatawan.

Baca Juga :

“Kami melihat adanya peningkatan jumlah penumpang pada periode gelaran Gandrung Sewu di Banyuwangi," ujar Cahyo, Senin (26/10/2026).

Pergerakan penumpang di wilayah Tapal Kuda lainnya juga tumbuh. Di Kabupaten Pasuruan, jumlah penumpang pada periode 23-25 Oktober 2026 tembus 1.744 orang, naik sekitar 1 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Di Probolinggo naik 2,5 persen atau 3.667 orang.

Mobilitas penumpang di Kabupaten Jember dan Lumajang terpantau stabil. Pada periode yang sama, jumlah pengguna jasa di kedua wilayah tersebut masing-masing mencapai 26.776 orang dan 1.601 orang.

Data tersebut menunjukkan bahwa kereta api memiliki peran penting dalam menunjang konektivitas antardaerah di wilayah Tapal Kuda. Dukungan terhadap Gandrung Sewu juga diwujudkan KAI Daop 9 Jember dengan menghadirkan pengalaman perjalanan yang berkesan bagi pelanggan.

Sebagai bagian dari passenger experience, kesenian tari Gandrung sempat ditampilkan di atas KA Sangkuriang. Selain itu, tarian khas Banyuwangi tersebut turut menyambut kedatangan rombongan penumpang di Stasiun Kalibaru dan Banyuwangi Kota.

Kehadiran pertunjukan budaya di lingkungan kereta api dan stasiun menjadi bentuk apresiasi terhadap warisan budaya lokal sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi pelanggan.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dengan mengedepankan keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan. Melalui peningkatan kualitas layanan dan berbagai inovasi, KAI Daop 9 Jember akan terus hadir sebagai mitra mobilitas masyarakat sekaligus mendukung kemajuan pariwisata dan kebudayaan di wilayah Tapal Kuda,” tambahnya. (*)