Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi, Amir Hidayat. (Foto: Fattahur)
KabarBanyuwangi.co.id - Masyarakat Banyuwangi diimbau tetap
disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan gaya hidup sehat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi, Amir Hidayat
menjelaskan, perilaku hidup bersih dan sehat terbukti dapat mencegah risiko
penularan infeksi virus.
Amir menyatakan, status kedaruratan pandemi Covid-19 di
Indonesia akan segera dicabut dan direncanakan menjadi endemi seiring dengan
menurunnya kasus positif.
"Virus Covid-19 masih tetap ada, tapi relatif bisa
dikendalikan dan direncanakan menjadi endemi usai kedaruratan pandemi
dicabut," kata Amir usai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD
setempat, Jumat (16/6/2023).
Pada masa endemi, virus Covid-19 akan dianggap sebagai
penyakit umum seperti flu dan HIV/AIDS. Kemudian, pemerintah akan menjadikan
vaksinasi Covid-19 pada masa endemi menggunakan produk dalam negeri, yakni
Indovac dan Inavac.
Amir membagikan beberapa tips perilaku dasar untuk tetap
dilakukan meski pandemi Covid-19 telah usai.
Di antaranya rajin mencuci tangan, baik sebelum dan sesudah
melakukan kegiatan. Begitu juga saat menyentuh benda.
Amir juga menyarankan masyarakat menghindari berkunjung ke
tempat ramai serta meminimalisir berkontak fisik dengan orang.
Kemudian masker harus tetap digunakan jika sakit dan ketika
berada di dalam kerumunan maupun ruang tertutup.
"Sekarang sudah tidak diwajibkan lagi menggunakan
masker bagi yang sehat. Tapi untuk yang sakit kami imbau untuk tetap
menggunakan masker," kata Amir.
Selain itu, mengonsumsi makanan sehat, minum air yang
cukup, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup.
Amir mengungkapkan pola pencegahan dan penanganan tetap
berlaku sama terhadap warga yang terjangkit Covid-19.
"Bila ada yang positif Covid-19, tetap dilakukan
penyelidikan epidemiologi, surveilans. Pola penanganan yang seperti itu tetap
ada. Seandainya perku dilakukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit, tetap
diperlukan ruang isolasi," jelasnya.
Amir menambahkan, Indonesia saat ini sudah menyiapkan
Indovac dan Inavac untuk vaksinasi dosis keempat atau booster kedua, sehingga
tidak perlu lagi impor vaksin dari luar negeri.
"Masyarakat yang sudah vaksin booster kedua masih
relatif rendah, baru sekitar 3,95 persen. Kami imbau agar masyarakat segera
melakukan vaksin booster kedua di fasilitas kesehatan terdekat,"
tandasnya. (fat)