Pawai endog-endogan ISG Provinsi Riau. (Foto: humas ISG Provinsi Riau)
KabarBanyuwangi.co.id - Event tahunan memperingati kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, atau biasa disebut dengan endog-endogan, selalu digelar meriah oleh warga perantau asal Banyuwangi di Sumatera.
Ketua ISG Provinsi Riau, Kang M. Iswan mengatakan, agenda resmi ini telah dijadwalkan jauh hari sebelumnya oleh para pengurus dan warga Ikawangi Sumatera, di Desa Pematang Tinggi, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan yang tergabung dalam keluarga besar Ikawangi Sumatera Group (ISG) Provinsi Riau.
“Kegiatan Maulid Nabi tahun ini diadakan di Desa Pematang
Tinggi, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan,” kata M. Iswan yang asli
Bangorejo ini, Minggu (23/10/2022).
Kang M. Iswan menambahkan, demi meriahnya acara Maulid Nabi SAW, panitia juga mengundang hadirkan seluruh warga Ikawangi Sumatera yang tersebar di Provinsi Riau.
Warga
ISG Riau mendengarkan tausiah dalam acara Maulid Nabi 1444 H. (Foto: huamas ISG
Provinsi Riau)
Meski jarak tempuh menuju lokasi acara memakan waktu
cukup jauh dan sangat melelahkan, namun para perantau asal Banyuwangi ini tidak
surut untuk ikut serta menyemarakkan acara endog-endogan, yang merupakan budaya
dan tradisi asal tanah kelahiran mereka.
“Jarak tempuh dari ibu kota Provinsi ditempuh dengan
perjalanan darat kurang lebih memakan waktu 2,5 jam hingga sampai di desa ini.
Mereka dikoordinasi oleh seluruh Korwil di Riau sebulan sebelumnya,” ucap Kang M. Iswan.
“Mereka datang dari berbagai kota di Provinsi Riau,
seperti Pekanbaru, Pangkalan Kerinci, Langkan, Ukui dan Indragiri Hulu, demi
untuk memenuhi undangan panitia dan sekaligus berkesempatan bersilarurahmi dengan sanak
saudara seperantauan,” imbuh Kang M. Iswan.
Tiba di lokasi acara, perantau asal Banyuwangi ini selanjutnya mengikuti acara inti yaitu mendengarkan tausiah Maulid yang disampaikan oleh Ustadz H Didik Riyanto, Mpd. sekaligus Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau.
Dalam tausiahnya Ustadz H Didik mengupas tuntas makna Maulid dan tauladan-tauladan Rasulullah yang patut ditiru dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari saat ini.
Acara ini juga dihadiri oleh sesepuh perantau asli
Banyuwangi, sekaligus seorang pengusaha sukses di Kabupaten Pelalawan, Bapak
Haji Azis Abdullah Khan An.
H. Azis Abdullah Khan An (asal Jajag) sesepuh ISG Pelalawan sampaikan sambutan dan wejangan. (Foto: humas ISG Provinsi Riau)
Pria asli Desa Jajag, Kecamatan Kembiritan ini juga turut memberikan sambutan dan wejangan tentang arti dan makna endog (telur) kepada semua warga yang hadir.
Selain itu, hadir juga Kang Suwandi, anggota Dewan
Perwakilan Rakyat (DPR) Pelalawan yang juga asal Banyuwangi serta Perangkat
Desa dan Pengurus Ikawangi Pusat.
Usai acara, seluruh panitia beserta tamu undangan duduk
bersila bersama-sama untuk menikmati hidangan makan siang ingkung ayam kampung.
Dalam tempo satu jam, sebanyak 50 ekor porsi besar ingkung, masakan khas sajian emak-emak ISG Pelalawan yang lezat itu ludes tak tersisa disantap habis dan dinikmati oleh semua hadirin.
Di penghujung acara setelah santap siang dan shalat duhur berjamaah, dilanjutkan dengan mengarak endog-endogan, atau pawai telor hias.
Sebanyak 25 jodang (pohon pisang hias) berisi kembang endog diangkut 3 unit mobil pick up diarak keliling kampung dengan diiringi 20 mobil warga ISG Riau yang hadir di Kerumutan.
Ustadz
H. Didik R, Mpd dan Nurhidayat Ketua Umum ISG Pusat menikmati ingkung Maulid Nabi.
(Foto: Kika)
Tak pelak, arak-arakan endog-endogan, atau pawai telur
hias keliling kampung, membuat warga sekitar lokasi acara, utamanya warga yang
bukan asli Banyuwangi, terlihat heran dan terkagum-kagum dengan budaya dan
tradisi warga asli Banyuwangi itu.
“Mereka (Warga yang bukan asli Banyuwangi) bilang, baru
kali ini melihat dan menyaksikan langsung budaya endog-endogan dan kekompakan
warga ISG,” tutup Kang Iswan.
(Penulis: Nurhidayat dan Hery Susanto, Sekjen ISG Pusat di Pekanbaru Riau, asal Desa Lemahbang, Rogojampi, Banyuwangi)