Petugas Dispertapa Banyuwangi sidak lapak daging sapi di pasar Blambangan, Banyuwangi. (Foto: Fattahur)
KabarBanyuwangi.co.id - Mendekati lebaran permintaan daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Banyuwangi mengalami peningkatan cukup signifikan, yaitu mencapai 200 persen dibanding sebelumnya.
Agus, salah seorang pedagang daging di pasar Blambangan, Banyuwangi menuturkan, menyusul tingginya permintaan daging, menjelang lebaran, setiap rumah potong hewan mampu memotong 2 hingga 3 ekor sapi.
“Menjelang Hari Raya permintaan daging mulai meningkat.
Kalau sekarang bisa motong 2 sampai 3 ekor sapi. Padahal jika hari biasa hanya
memotong satu ekor sapi,” tutur Agus.
Agus menambahkan, selain tingginya permintaan untuk
kebutuhan lebaran, harga daging sapi sejak beberapa hari ini juga mengalami
kenaikan.
“Biasanya itu kemarin harganya dijual 125 ribu,
tapi sekarang 140 ribu, karena harga sapi naik mulai Ramadan ini,” tambah Agus.
Meski harga naik cukup tinggi dibanding hari biasanya,
namun tak mengurangi niat masyarakat membeli daging sapi. Karena daging
sapi sangat dibutuhkan masyarakat untuk menu hidangan Hari Raya Idul Fitri
mendatang.
Sementara itu, mengantisipasi kecurangan dan adanya
daging gelonggongan dijual di pasaran, menyusul tingginya permintaan dan harga
naik, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa), Banyuwangi melakukan inspeksi
mendadak (sidak) ke sejumlah pasar di Banyuwangi.
“Ya kita melakukan inspkesi pasar tidak hanya di pasar Banyuwangi saja, tapi merata di seluruh kabupaten Banyuwangi, ada 25 kecamatan. Kita sebar petugas, ada 60 petugas untuk melakukan pengamanan produk,” kata drh. Nanang Sugiharto, Kabid Kesehatan Hewan, Dispertapa Banyuwangi.
Kabid Kesehatan Hewan, Dispertapa Banyuwangi, drh. Nanang Sugiharto. (Foto: Fattahur)
Menurut Nanang, jika biasanya rumah pemotongan hewan di 25 kecamatan hanya memotong 36 ekor sapi per hari, namun jelang lebaran ini rata-rata memotong 90 ekar sapi per hari.
“Kita antispasi karena kebutuhan daging hari ini sangat
tinggi sekali, hampir 200 persen kenaikannya. Biasanya hanya memotong 36
ekar perhari, tapi sekarang bisa 90 ekor. Jadi dikwatirkan ada pihak-pihak yang
mengambil keuntungan berlipat di tengah tingginya pemintaan daging,” ungkapnya.
Sejauh ini, petugas tidak menemukan daging gelonggongan maupun
daging tak layak kosumsi yang dijual di pasaran. Hasil sidak di seluruh pasar yang
tersebar di 25 kecamatan termasuk di pasar Blambangan, Banyuwangi, daging aman
untuk dikosumsi.
Selain daging sapi yang mengalami lojakan, harga ayam potong juga ikut naik. Jika biasanya hanya dikisaran 28 ribu, saat ini naik menjadi 32 ribu per kilogramnya. (fat)