Ribuan Nahdliyyin Banyuwangi Bersatu Tunda Aksi, Patuh Dawuh Kiai Demi RamadhanNahdliyyin Banyuwangi

Ribuan Nahdliyyin Banyuwangi Bersatu Tunda Aksi, Patuh Dawuh Kiai Demi Ramadhan

Koordinator Lapangan GNBB, Muhammad (kanan songkok hitam tinggi) bersama masyayikh. (Foto: Tangkapan layar)

KabarBanyuwangi.co.id – Ribuan warga yang tergabung dalam Gerakan Nahdliyyin Banyuwangi Bersatu (GNBB) menunda aksi damai menolak SK Karteker PCNU Banyuwangi yang dinilai cacat hukum.

Aksi yang sedianya digelar pada Kamis (21/3/2024) ini ditunda atas petunjuk dan masukan dari para kiai sepuh yang ada di Bumi Banyuwangi, serta sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan suci Ramadan.

Koordinator Lapangan GNBB, Muhammad dalam videonya mengaku bahwa sejak muncul flyer seruan aksi pada Senin malam (18/32024) antusias warga Nahdliyyin di Banyuwangi sangat tinggi.

Baca Juga :

Beberapa kecamatan juga telah menggalang kekuatan untuk bersama-sama 'ngelurug' kantor PCNU di Jalan Jenderal Ahmad Yani, No 59, Banyuwangi.

"Ribuan warga Nahdliyyin yang peduli dengan situasi perkembangan NU Banyuwangi dari berbagai kecamatan sudah siap dan tinggal bergerak," tegasnya.

Massa aksi dari masing-masing kecamatan dan desa se Banyuwangi juga telah terbentuk korlap. Bahkan, mereka juga telah membuat spanduk dan menyiapkan perlengkapan untuk aksi.

Namun dalam perkembangannya, hingga Rabu malam (20/3/2024), dia sebagai korlap justru mendapat banyak masukan dari sejumlah kiai di Banyuwangi. Salah satunya Rais Syuriyah demisioner, KH. Zainullah Marwan.

"Kami mendapatkan masukan dari sejumlah kiai, diminta agar menghormati kesucian bulan Ramadan dan fokus melaksanakan ibadah. Sehingga kami taat dan patuh kepada apa yang menjadi dawuh para masyayikh," jelas Muhammad.

Selain itu, juga ada pernyataan dari KH. Mohammad Ali Makki Zaini yang juga memberikan dawuh melalui rekaman video berdurasi 1.47 menit menyampaikan bahwa setelah tugas diambil alih oleh karteker, maka selesai sudah tugas khidmat di jalur struktural PCNU Banyuwangi.

"Masih banyak jalur khidmat, maka semua kita pasrahkan sepenuhnya yang menjadi takdir Allah SWT," ujar Gus Makki, sapaan akrab Mohammad Ali Makki Zaini.


KH. Mohammad Ali Makki Zaini. (Foto: Tangkapan layar)

Menyikapi gejolak riak-riak di NU Banyuwangi, dia juga sama mengikuti apa yang menjadi dawuh KH. Zainullah Marwan agar fokus ibadah di bulan suci Ramadan.

"Tidak ada sehelai daun pun yang jatuh dari pohon kecuali atas izin Allah SWT," ujar Gus Makki dalam rekaman video yang beredar di lini massa media sosial.

Dengan adanya dawuh para masyayikh tersebut untuk sementara aksi ditunda.  "Kami mohon sahabat-sahabat warga Nahdliyyin di kecamatan dan desa se Banyuwangi semuanya menahan diri," imbaunya.

"Kita tahan dulu, dan tunggu komando. Jika ada dawuh dari para kiai, masyayikh kita diminta bergerak. Maka, otomatis kita langsung bergerak," imbuhnya. (red)