Sopir Truk Demo Tolak Kebijakan Penertiban Odol, Pelabuhan ASDP Ketapang LumpuhKonvederasi Sopir Logistik Indonesia


Sopir Truk Demo Tolak Kebijakan Penertiban Odol, Pelabuhan ASDP Ketapang Lumpuh

Keterangan Gambar : Ratusan sopir melakukan unjuk rasa di sekitaran Pelabuhan ASDP Ketapang. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id - Ratusan sopir truk logistik yang tergabung dalam Konvederasi Sopir Logistik Indonesia (KSLI) melakukan aksi unjuk rasa dan memlokade akses keluar masuk Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Senin (3/1/2022).

Dalam aksi itu, truk diparkir dengan posisi melintang di pintu masuk dan pintu keluar pelabuhan. Akibatnya, aktivitas di Pelabuhan Ketapang, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro menjadi terganggu.

General Manager PT ASDP Ketapang Banyuwangi, Suharto menyebut bila aksi yang digelar para sopir angkutan logistik berdampak pada aktivitas di pelabuhan.

Baca Juga :

"Sejak tadi hanya ada beberapa kendaraan yang bisa masuk, yang keluar juga hanya beberapa karena disana ditutup," ujar Suharto.

Dengan adanya aksi tersebut, kata Suharto, aktivitas pelayaran di Pelabuhan Ketapang otomatis terganggu. "Memang tuntutannya bukan kepada ASDP, tapi dampaknya di kami," akunya.

ASDP, tambah Suharto, hingga kini pihaknya masih menunggu keputusan dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Ketapang.

"Untuk pelayaran, sementara kita menunggu keputusan dari BPTD. Kami masih berkoordinasi dengan BPTD. Karena ASDP sekarang ini full sebagai operator pelabuhan. Jadi tidak memiliki kewenangan menutup ataupun membuka," pungkasnya.


General Manager PT ASDP Ketapang Banyuwangi, Suharto. (Foto: Fattahur/Dok)

Aksi demo yang dilakukan para sopir ini mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Setidaknya ada 281 personel dari Polresta Banyuwangi yang diterjunkan. Personel tersebut, juga di backup para anggota Brimob sebanyak satu pleton.

Hingga berita ini ditulis, aksi tolak kebijakan penertiban Over Loading Over Dimensi (Odol) yang dilakukan para sopir angkutan logistik ini masih berlangsung.

Belum jelas sampai kapan aksi para sopir ini akan terus menutup akses menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Informasi di lapangan, para sopir meminta pejabat terkait termasuk Sekda Mujiono sampai Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani Azwar Anas datang menemui mereka. (fat)