
Akademisi Poliwangi bekali UMKM Kedai Kopi “NTen” teknologi pengering kopi berupa Mini Solar Dome Dryer. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id - Politeknik Negeri Banyuwangi
(Poliwangi) terus mempertegas perannya dalam mendukung kemajuan Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) daerah. Melalui Tim Pengabdian Masyarakat, kampus
vokasi negeri di Banyuwangi ini menyerahkan inovasi teknologi tepat guna berupa
Mini Solar Dome Dryer sekaligus memberikan pelatihan pascapanen bagi UMKM Kedai
Kopi "NTen" di Kecamatan Genteng, Sabtu (19/9/2026).
Program pengabdian bertajuk "Aplikasi Mini Solar Dome
Dryer Kapasitas 60 kg Sebagai Solusi Pengering Kopi Pada UMKM Guna Mengurangi
Waktu Pengeringan dan Kadar Air Kopi" ini diketuai oleh Abdul Hamid,
S.Pd., M.T. dari Jurusan Teknik Mesin (Prodi Teknologi Rekayasa Otomotif).
Inovasi ini lahir dari kolaborasi interdisipliner lintas
jurusan yang turut melibatkan Mohammad Ali Mudhor, S.P., M.P. (Prodi Teknologi
Produksi Tanaman Pangan) dan Aditya Wardana, S.S.T., M.T.P. (Prodi Pengembangan
Produk Agroindustri) dari Jurusan Pertanian, serta didukung oleh tiga mahasiswa
Poliwangi.
Menjawab Tantangan Cuaca dan Efisiensi UMKM
Mitra sasaran kegiatan ini adalah Kedai Kopi
"NTen" milik Akh Syafuddin yang berlokasi di Perum GGM Blok G10-11,
Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan. Kedai kopi ini dikenal konsisten mempertahankan
kearifan proses tradisional, mulai dari petikpilih, penjemuran, hingga teknik
sangrai (roasting) tradisional demi menjaga cita rasa otentik yang digemari
pelanggan.
Namun, proses pengeringan konvensional di tempat terbuka
kerap menghadapi masalah serius saat musim hujan atau cuaca tidak menentu,
bahkan dapat memakan waktu hingga satu bulan penuh.
"Metode penjemuran tradisional sangat rentan
terkendala cuaca dan berisiko menurunkan kualitas biji kopi. Melalui hadirnya
inovasi Mini Solar Dome Dryer ini, proses penjemuran dapat dipangkas secara
efisien menjadi sekitar 1 hingga 2 minggu saja tanpa merusak karakteristik
aroma dan rasa khas kopi," ujar Ketua Tim Pengabdian Poliwangi, Abdul
Hamid, S.Pd., M.T. dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).
Ia menambahkan bahwa pendorongan teknologi terapan ini
bertujuan utama untuk menguatkan daya saing UMKM lokal.
"Inovasi teknologi tepat guna ini diharapkan mampu
memperkuat daya saing UMKM lokal tanpa menghilangkan nilai keaslian tradisi
pengolahan kopi yang menjadi identitas Kedai Kopi NTen," tegas Abdul
Hamid.
Desain Adaptif dan Higienis
Unit Mini Solar Dome Dryer berkapasitas 60 kg ini dirancang
khusus agar fleksibel dan relevan dengan kebutuhan daerah:

Suasana pelatihan pascapanen bagi UMKM Kedai
Kopi "NTen" di Kecamatan Genteng oleh Tim Pengabdian Masyarakat Poliwangi.
(Foto: Istimewa)
Edukasi Pascapanen dan Peluang Ekonomi Pemuda
Selain penyerahan unit alat pengering, tim dosen Poliwangi
juga mengelar sesi edukasi dan diskusi interaktif yang dihadiri oleh pemilik
mitra Akh Syafuddin, perangkat desa setempat, serta pemuda Karang Taruna
lingkungan Perumahan GGM.
Dosen Jurusan Pertanian Poliwangi, Aditya Wardana, S.S.T.,
M.T.P., memberikan pemaparan komprehensif mengenai penanganan pascapanen kopi
standar mutu (specialty grade), mulai dari tahap pengupasan kulit tanduk
(hulling) hingga pemisahan biji cacat (green bean grading).
"Pengolahan pascapanen yang konsisten dan sesuai
standar mutu adalah kunci utama agar produk kopi lokal dapat menembus pasar
yang lebih luas. Kami ingin mendorong para pemuda di desa ini untuk melihat
potensi besar industri kopi berdaya saing tinggi sebagai peluang ekonomi
kreatif," jelas Aditya Wardana.
Pemilik Kedai Kopi NTen, Akh Syafuddin, menyambut hangat
bantuan teknologi dan pendampingan dari tim kampus vokasi ini. Ia menyebut,
inovasi dari Poliwangi ini sangat membantu dalam menjaga kesinambungan
produksi, terutama saat kendala cuaca.
Melalui sinergi nyata ini, Politeknik Negeri Banyuwangi
kembali membuktikan perannya dalam menghadirkan solusi riset terapan yang
langsung memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan kemajuan
industri kopi nasional. (man)
