
Manajemen Bandara Internasional Banyuwangi menyerahkan bantuan secara simbolis kepada KUBE Besek Berdaya. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – PT Angkasa Pura Indonesia melalui Bandara Internasional Banyuwangi menyalurkan bantuan mesin irat bambu senilai Rp 10 juta kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Besek Berdaya di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Selasa (13/10/2026).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui program InJourney Airport Berdaya UMK, guna mendukung pengembangan usaha mikro serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat setempat.
Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Dinas
Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi. Bantuan diserahkan kepada
KUBE Besek Berdaya, kelompok usaha kerajinan besek berbahan dasar bambu yang
beranggotakan 15 orang.
Kehadiran bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan
produktivitas pengrajin besek sekaligus memperkuat keberlangsungan usaha
kelompok. Dengan peralatan yang lebih memadai, proses pengolahan bambu
diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien, sekaligus meningkatkan kapasitas
produksi serta menjaga kualitas produk.
General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Mohamad
Holik Muardi menyampaikan, bantuan ini merupakan wujud komitmen perusahaan
dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok usaha produktif di
Kabupaten Banyuwangi.
“Melalui program InJourney Airport Berdaya UMK, kami
berharap bantuan mesin irat bambu ini dapat memberikan manfaat nyata bagi 15
anggota KUBE Besek Berdaya. Kami berharap dukungan ini dapat menjadi pendorong
bagi kelompok untuk terus mengembangkan usaha secara mandiri dan
berkelanjutan,” ujar Holik.
Ketua KUBE Besek Berdaya, Supariyanto menyampaikan
apresiasi dan terima kasih kepada InJourney Airports melalui Bandara
Internasional Banyuwangi atas bantuan mesin irat bambu yang diberikan kepada
kelompoknya.
Menurutnya, bantuan ini sangat berarti bagi
keberlangsungan usaha kerajinan besek yang dikelola bersama anggotanya. Mesin
irat bambu dapat mempercepat proses produksi, mempermudah pekerjaan anggota,
dan meningkatkan hasil produksi kami.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada InJourney
Airports dan Bandara Internasional Banyuwangi. Semoga dukungan ini menjadi
motivasi bagi seluruh anggota KUBE Besek Berdaya untuk terus mengembangkan
usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkap Supariyanto.
Penggunaan mesin irat bambu diharapkan dapat mengurangi
beban pekerjaan manual, mempercepat pengolahan bahan baku, serta meningkatkan
kapasitas produksi kelompok. Proses produksi yang lebih efisien juga diharapkan
membantu anggota memenuhi kebutuhan pasar, menjaga kualitas produk, dan membuka
peluang pemasaran lebih luas.
Melalui program InJourney Airport Berdaya UMK, PT Angkasa
Pura Indonesia (Persero) terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui
dukungan terhadap usaha mikro dan kecil. Dengan berkolaborasi bersama
pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan, perusahaan berharap program
TJSL dapat berkontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal dan peningkatan
kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Banyuwangi. (*)
