
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terus dilakukan Pemkab Banyuwangi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya lewat bakti sosial operasi katarak gratis yang telah berlangsung selama 12 tahun dan telah membantu 4.869 warga mendapatkan kembali penglihatannya.
Program ini hasil kerja sama Pemkab Banyuwangi, Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi, dan John Fawcett Foundation (JFF) yang telah berjalan sejak 2014. Layanan ini secara khusus menyasar masyarakat, terutama warga dari keluarga kurang mampu, agar bisa mengakses pelayanan kesehatan mata tanpa terbebani biaya.
Bakti sosial operasi katarak
gratis kembali digelar selama lima hari, 13 - 18 Oktober 2026. Pada pelaksanaan
kali ini, sebanyak 817 warga telah mendaftar, dengan 400–450 pasien menjalani
operasi katarak.
Bupati Ipuk Fiestiandani
mengapresiasi konsistensi PMI Banyuwangi dan JFF yang selama ini bersinergi
dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Terima kasih PMI dan John
Fawcett Foundation yang konsisten memberikan layanan ini. Kami berharap
kolaborasi ini bisa terus berkelanjutan sehingga semakin banyak warga yang
terbantu mendapatkan kembali penglihatannya,” kata Ipuk saat membuka kegiatan
di Markas PMI Banyuwangi, Selasa (13/10/2026).
Menurut Ipuk, peningkatan derajat
kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kolaborasi
pemerintah, organisasi kemanusiaan, tenaga medis, dan berbagai elemen
masyarakat menjadi penting agar layanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak
warga yang membutuhkan.
“Program ini sangat bermanfaat
bagi masyarakat. Namun, kami juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan
mata dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Upaya pencegahan harus dilakukan
sejak dini agar kesehatan tetap terjaga,” ujar Ipuk.
Selain operasi katarak, bakti
sosial tersebut juga menyediakan berbagai layanan kesehatan mata. Diantaranya
pemeriksaan mata gratis bagi 1.500–2.000 orang, penanganan 800 pasien dengan
gangguan refraksi, pemberian 500 botol obat mata, serta penggantian bola mata
palsu atau protesa bagi 15–20 pasien.
Kegiatan ini melibatkan sembilan
dokter spesialis mata, 32 tenaga medis, serta relawan dari Dinas Kesehatan,
PMI, dan berbagai unsur lintas sektor. Pelayanan operasi dilaksanakan di dua
lokasi, yakni Markas PMI Banyuwangi dan RSUD Blambangan.
Project Manager JFF, Komang
Wardhana, menyampaikan komitmen John Fawcett Foundation untuk terus mendukung
upaya pemkab untuk kesehatan mata warga.
“Kami berharap kerja sama ini
dapat terus berlanjut dan senantiasa memberikan manfaat nyata dalam
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Banyuwangi,” ujarnya.
Manfaat program tersebut
dirasakan langsung oleh Agus Nurcahyo (53), warga Kelurahan Mojopanggung,
Banyuwangi. Ia mengaku telah dua kali mengikuti operasi katarak melalui program
ini. Lima tahun lalu, ia menjalani operasi pada mata kanan, sedangkan kali ini
giliran mata kirinya.
“Sekarang gantian yang kiri.
Alhamdulillah sangat membantu dan gratis. Sekarang saya bisa melihat lagi
dengan normal,” kata Agus.
Manfaat lainnya dirasakan Siti
Aminah (25), yang mendapatkan bantuan bola mata palsu setelah mengalami
kecelakaan saat masih kecil. Insiden tersebut menyebabkan bola mata kirinya
rusak dan tenggelam.
Bagi Aminah, bantuan tersebut
bukan hanya memberikan perubahan secara fisik, tetapi juga meningkatkan rasa
percaya dirinya saat berinteraksi dengan orang lain.
“Senang sekali punya bola mata palsu. Jadi lebih percaya diri karena terlihat seperti orang normal lainnya. Selama ini, jujur saya minder karena mata saya cuma satu,” ujarnya. (*)
