
Berdiri sejak 1981, Ketapang Indah Hotel kini menjadi salah satu hotel terkemuka berbintang 4 di Bumi Blambangan. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id - Memasuki usianya yang ke-32 tahun,
Ketapang Indah Hotel Banyuwangi menyimpan perjalanan sejarah yang memikat untuk
ditilik. Berdiri megah di pesisir Selat Bali dengan panorama tropis yang khas,
hotel berkonsep oceanfront ini telah bertransformasi dari sebuah penginapan
berskala kecil hingga kini menjelma menjadi salah satu destinasi hospitality
bintang empat terkemuka di Bumi Blambangan.
Sejarah perjalanan hotel ini bermula pada tahun 1981. Di
bawah rimbunnya pepohonan kelapa pesisir pantai, berdiri sebuah guesthouse
sederhana yang hanya memiliki 7 kamar.
Saat itu, akomodasi ini dibangun khusus untuk menyambut
para pelancong yang melakukan perjalanan memancing (fishing trip). Dari mimpi
kecil yang berakar dari rasa cinta terhadap keindahan alam Banyuwangi inilah,
fondasi pelayanan yang hangat pertama kali diletakkan.
Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kunjungan
wisata, Ketapang Indah resmi melangkah ke babak baru pada tahun 1994 dengan
menyandang status hotel berkelas Melati. Kapasitasnya pun berkembang dari 12
hingga 40 kamar.

Gambaran kamar Ketapang Indah Hotel pada tahun
1994. (Foto: Istimewa)
Era 90-an ini menjadi tonggak lahirnya racikan kuliner
legendaris yang tetap dijaga keautentikannya hingga saat ini, salah satunya
sajian ikonik Nasi Goreng Ketapang '94.
Pengembangan kawasan terus berlanjut hingga kapasitas
hunian bertambah menjadi 55 kamar pada tahun 2003, yang ditandai dengan pembenahan
area serta relokasi lobi utama. Meski sempat melintasi dinamika krisis industri
pariwisata hingga tantangan alam pada rentang tahun 2005, tekad baja para
pendahulu berhasil membawa hotel ini terus bertahan dan berkembang.
Lompatan besar terjadi pada tahun 2011 ketika Ketapang
Indah resmi naik kelas menjadi hotel bintang 3. Memiliki 140 kamar serta
dilengkapi hadirnya Blambangan Hall, hotel ini makin memantapkan posisinya
dalam mendukung berbagai perhelatan berskala nasional di Banyuwangi.

Di tahun 2011, Ketapang Indah Hotel berbenah dengan
menyediakan140 kamar dan resmi menjadi hotel bintang 3. (Foto: Istimewa)
Transformasi kawasan tepi pantai kemudian diperkuat pada
tahun 2019 lewat peluncuran Marlin Restaurant & Beach Club serta pemindahan
kolam renang utama ke area pantai yang menyuguhkan pemandangan senja Selat
Bali.
Puncaknya pada tahun 2020, Ketapang Indah Hotel mengukuhkan
posisinya sebagai hotel bintang 4 dengan total 153 kamar. Hotel ini juga
terbukti tangguh melewati masa pandemi melalui inovasi digital serta penerapan
sertifikasi standar CHSE.
Rangkaian perjalanan panjang selama lebih dari tiga dekade
tersebut merangkum perayaan ulang tahun ke-32 melalui perhelatan "Festival
Rasa: A Timeless Heritage, A Journey of Flavors" yang sukses
diselenggarakan pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di pesisir Selat Bali.
Uniknya, dalam gelaran Festival Rasa tersebut, para
pengunjung diajak untuk ikut menilik kilas balik sejarah hotel secara langsung.
Pihak hotel menghadirkan instalasi pajangan milestone yang tertata rapi di area
venue, hingga pameran bilik kamar nostalgia yang didesain persis
layaknya tata ruang dan suasana pada masa-masa awal berdirinya hotel.

Pajangan milestone sejarah awal berdiri Ketapang
Indah Hotel ditata di venue Festival Rasa dalam rangka perayaan HUT ke-32. (Foto:
Istimewa)
Resort Manager Ketapang Indah Hotel Banyuwangi, Prihantono
Aries Putra menyampaikan bahwa refleksi perjalanan panjang ini menjadi momentum
penting untuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak.
"Memasuki usia ke-32 tahun, Ketapang Indah Hotel ingin
merayakan perjalanan ini sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh tamu, mitra,
karyawan, dan masyarakat Banyuwangi yang telah menjadi bagian dari perjalanan
kami," tutur Prihantono, Selasa (3/11/2026).
Melalui refleksi sejarah panjang, penataan memori masa
lalu, hingga kehadiran sajian legendaris seperti Nasi Goreng Ketapang '94,
Ketapang Indah Hotel Banyuwangi terus berkomitmen merawat warisan tradisi lokal
sekaligus memperkuat perannya dalam memajukan industri pariwisata daerah. (man)
