
Kondisi perairan selat Bali di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk sempat ditutup akibat cuaca buruk yang terjadi di Selat Bali pada Rabu (11/2/2026).
Penutupan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi berlangsung selama 25 menit, dari mulai pukul 12.05 WIB dan dibuka kembali setelah cuaca membaik pada pukul 12.30 WIB.
Koordinator Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD)
satuan pelayanan Pelabuhan Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho mengatakan, hujan
deras disertai dengan angin kencang menyebabkan jarak pandang terbatas.
"Jarak pandang sekitar dua kilometer, sehingga demi
keselamatan, pelayaran tidak disarankan dan penyeberangan sementara
ditutup," jelasnya.
Kendati demikian, situasi dan kondisi antrean di area
Pelabuhan Ketapang mengalir lancar dan tidak terjadi penumpukan di area buffer
zone.
Pada hari tersebut, penyeberangan di Pelabuhan Ketapang
dilayani 28 kapal dengan 8 pola trip yang beroperasi di dermaga moveable bridge
(MB) dan dermaga landing craft mechanized (LCM).
BPTD mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk
tetap mematuhi arahan petugas di lapangan, serta memperbarui informasi cuaca
serta menunda perjalanan apabila terjadi cuaca buruk.
Sementara itu, dikutip dari laman Badan Meteorologi,
Klimatologi dan Geofisika (BMKG), prakiraan cuaca di Selat Bali bagian utara
masih berpotensi cuaca buruk, mulai dari hujan ringan hingga hujan petir masih
akan terjadi dalam dua hari ke depan. (fat)