Pemilik Warung Nasi Tempong Depan Gesibu Blambangan Banyuwangi Ditemukan MeninggalPolsek Banyuwangi Kota

Pemilik Warung Nasi Tempong Depan Gesibu Blambangan Banyuwangi Ditemukan Meninggal

Garis polisi terpasang di lokasi pemilik warung tempong ditemukan meninggal dunia. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id – Pemilik warung nasi tempong depan Gesibu Blambangan, Banyuwangi, ditemukan meninggal dunia di tempat usahanya, Selasa (3/1/2026).

Diketahui korban berinisial LW (66), ditemukan tergeletak di kursi dalam kondisi sudah tak bernyawa dengan mulut mengeluarkan busa.

Kapolsek Banyuwangi, AKP Hendry Christanto membenarkan kejadian itu. Ia mengungkapkan, kematian korban diketahui sekitar pukul 09.20 WIB.

Baca Juga :

"Korban ditemukan tergeletak di kursi dengan mulut berbusa dan diketahui oleh dua orang pelajar yang hendak sarapan di warung tersebut," kata Hendry kepada wartawan.

Kapolsek Banyuwangi menerima informasi kejadian ini setelah mendapatkan laporan dari anggota Pol PP yang bertugas di Pos Gesibu Blambangan, Banyuwangi.

"Awalnya dua pelajar itu menginfokan ke Pos Pol PP yang berada di Gesibu Blambangan. Setelahnya anggota Pol PP itu menghubungi kami untuk datang ke lokasi," terangnya.

Kapolsek Banyuwangi bersama sejumlah anggotanya dan Tim DVI Polresta Banyuwangi tiba di lokasi sekitar pukul 09.35 WIB untuk melakukan pemeriksaan awal dan identifikasi.

Dalam pemeriksaan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah obat-obatan di sekitar korban ditemukan meninggal dunia.

"Di TKP kita temukan 8 set obat Glibencamade dan 10 set obat Captopril termasuk 1 unit ponsel. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Blambangan untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut," tambahnya.

Pihak kepolisian menyampaikan hasil pemeriksaan tim medis yang menyatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan ataupun kekerasan pada tubuh korban.

"Indikasi awal kematian korban diduga akibat sakit, karena ditemukan obat-obatan diabetes disamping korban. Informasi yang kita terima, korban sering mengeluh sakit," kata Hendry. (fat)