Penyaluran 6 Jenis Bansos di Banyuwangi Hampir RampungDinsos PPKB Banyuwangi

Penyaluran 6 Jenis Bansos di Banyuwangi Hampir Rampung

(Foto: Humas/kab/bwi/Doc)

KabarBanyuwangi.co.id - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus melakukan percepatan pendistribusian bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Banyuwangi, Henik Setyorini menyampaikan, terdapat 6 jenis Bansos yang diterima Kabupaten Banyuwangi dari pemerintah pusat maupun provinsi.

Bantuan itu diantaranya, Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan beras dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk komunitas Ojol dan PKL, Bantuan Beras PPKM dari Bulog, dan Bantuan Jaring Pengaman Sosial dari Provinsi Jatim.

Baca Juga :

"Dan rata-rata penyalurannya sudah mencapai 90 persen," ujar Henik kepada wartawan, Kamis (14/10/2021).

Hingga pertengahan Oktober 2021, Henik menyebutkan, penyaluran BST sebesar Rp. 300 ribu per keluarga dari 48.965 penerima manfaat sudah tercapai 93 persen. Bantuan PKH dari 69.014 penerima penyalurannya tercapai 94 persen.

Selanjutnya untuk program BPNT dari 136.037 baru tercapai 87 persen. Bantuan beras PPKM dari Bulog yang diberikan kepada penerima BST, BPNT dan PKH sudah mencapai 100 persen. Bantuan beras dari Kemensos untuk komunistas Ojol dan PKL penyalurannya sudah 100 persen. Dan untuk bantuan jaring pengaman social Rp. 200 ribu dari provinsi yang disalurkan melalui Bank Jatim untuk 5000 penerima tercapai 94 persen.

"Untuk Bansos yang capaiannya belum 100 persen, memang ada kendala. Karena keluarga penerima manfaat meninggal dunia, ada juga yang pindah alamat sehingga penyalurannya terkendala," katanya.

Henik menambahkan, selama ini pihaknya melakukan berbagai upaya agar penyaluran Bansos ini cepat, tepat jumlah dan sasaran. Pihaknya juga memanfaatkan teknologi untuk memudahkan pemantauan serta pengawasan bantuan yang akan disalurkan.

"Kami juga aktif melakukan share data penerima manfaat yang belum mendapat bantuan kepada operator atau pendamping yang ada di tingkat desa maupun kelurahan, dengan harapan mereka jemput bola untuk memberikan informasi kepada masyarakat," pungkasnya. (fat)