Pemeriksaan mata di Rail Clinic dalam rangka Bakti BUMN di Stasiun Ketapang, Banyuwangi. (Foto: Fattahur)
KabarBanyuwangi.co.id - Ratusan anak usia pelajar di Banyuwangi terindikasi mengalami mata minus atua miopia. Kondisi ini terungkap dari pemeriksaan mata yang dilakukan di KA Rail Clinic dalam rangka Bakti BUMN di Stasiun Ketapang Banyuwangi, Jumat (10/3/2023).
Dari hasil pemeriksaan, tercatat ada 100 siswa SD dan 29 pelajar SMP mengalami mata minus. Mayoritas mengalami minus 0,25 hingga 6.
Spesialis Mata Ferizal Akbar mengungkapkan, penurunan
kesehatan mata itu bisa disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya akibat
penggunaan handphone yang berlebihan sehingga terpapar radiasi cahaya.
"Penggunaan handphone yang terlalu lama bisa terkena
paparan radiasi menyebabkan mata minus. Idealnya menggunakan handphone satu
jam. Ketika selesai, usahakan memejamkan mata dua menit untuk meminimalisir
efek radiasi," kata dia.
Vice President CSR PT KAI, Tatang Kusdiman mengatakan,
selain masyarakat usia renta, kalangan pelajar memang menjadi target utama
dalam pemeriksaan mata di Rail Clinic tersebut. Mereka diberi kacamata gratis
usai diperiksa.
"Total ada 600 kacamata yang dibagikan, 300 di
Stasiun Kalibaru, dan 300 lainnya di Stasiun Ketapang," ujarnya.
Rail Clinic atau kereta kesehatan di Stasiun Ketapang
merupakan akhir dari rangkaian kegiatan Bakti BUMN. Kegiatan yang berlangsung
mulai 7-10 Maret 2023 itu berkolaborasi dengan PT KAI, PTPN XII, PTPN X, dan
PTPN XI.
Bakti BUMN diisi dengan beberapa kegiatan, mulai dari
pemeriksaan mata, pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian kaca mata, kesehatan
ibu dan anak, pemeriksaan laboratorium, penanaman pohon tersebar di beberapa
stasiun, hingga bersih-bersih pantai.
Koordinator Penata Kelola Perusahaan Madya Kementerian
BUMN, Teddy Poernama mengatakan, agenda BUMN ini telah menyasar 10 titik, salah
satunya Banyuwangi. Kegiatan ini melibatkan 105 relawan.
"Di Banyuwangi ada 10-15 relawan yang kita libatkan,
seluruhnya adalah karyawan BUMN," kata Teddy. (fat)