Ratusan Lapak Pasar Banyuwangi Kosong, Pedagang Pilih Jualan di Pinggir JalanPasar Banyuwangi

Ratusan Lapak Pasar Banyuwangi Kosong, Pedagang Pilih Jualan di Pinggir Jalan

Sejumlah lapak di dalam Pasar Banyuwangi tak bertuan. (Foto: Fattahur)

KabarBanyuwangi.co.id - Ratusan lapak di Pasar Banyuwangi mangkrak alais kosong karena ditinggal para pedagang. Lokasi lapak yang berada di dalam pasar dianggap kurang strategis, sehingga sepi pembeli.

Para pedagang telah meninggalkan lapak sudah sejak lama. Tak sedikit sebagaian pedagang lebih memilih berjualan di trotoar luar pasar dan di pinggir jalan. Bahkan ada pula pedagang yang pindah ke lapak pasar lain.

Koordinator Pasar Banyuwangi, Selamet Hariyadi menyebut, total keseluruhan lapak atau los pedagang di dalam Pasar Banyuwangi sebanyak 817.

Baca Juga :

Namun selama beberapa tahun terakhir, jumlah pedagang yang menempati lapak di dalam pasar terus berkurang. Di tahun 2023, baik lapak pedagang sembako, daging, ikan, sayuran, dan lainnya yang masih aktif digunakan sekitar 443.

"Hampir sekitar 50 persen lapak ditinggalkan pedagang. Mereka tidak meneruskan sewa lapak dan lebih memilih berjualan di trotoar pasar dan di pinggir jalan sebagian pindah ke lapak pasar lain, ada pula yang gulung tikar," kata Selamet, Kamis (9/3/2023).

Menurut Selamet, tercatat sebanyak 200 pedagang yang saat ini berjualan di trotoar luar pasar. Mereka punya alasan memilih berjualan di trotoar dan di pinggir jalan, salah satunya karena banyak pembeli lebih memilih berbelanja kebutuhan pokok di luar pasar.

Alasan lain adalah terbatasnya lahan parkir, membuat pedagang kesulitan saat bongkar muat barang dagangan. Kondisi ini membuat pedagang harus merogoh kocek ekstra untuk membawa barang dagangan masuk ke lapak dalam pasar.


Pedagang berjualan di trotoar pinggir jalan raya. (Foto: Fattahur)

Selama ini pihak pasar, masih menurut Selamat, telah melakukan berbagai upaya agar para pedagang bersedia menempati lapak di dalam pasar. Mulai dari perbaikan fasilitas sarana prasarana pasar hingga menggratiskan biaya sewa lapak.

Sayangnya, upaya itu tak membuahkan hasil. Banyak pedagang yang tercecer di luar pasar. Bahkan jumlahnya bertambah saat momen Ramadhan.

"Kami sudah mengimbau dan melakukan berbagai upaya agar para pedagang mau menempati lapak di dalam pasar, tapi mereka tetap tidak mau. Kami khawatir lapak jika terus dibiarkan kosong akan rusak akibat kurangnya perawatan," pungkasnya. (fat)