
General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi memberikan bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa MI Miftahul Ulum Patoman. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Para siswa MI Miftahul Ulum Patoman, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah dari PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) melalui Bandara Internasional Banyuwangi, Kamis (15/10/2026).
Bantuan yang disalurkan berupa tas sekolah, 100 buah alat tulis, serta 120 buku bacaan penerbit Balai Pustaka. Para siswa juga diedukasi tentang keselamatan penerbangan, khususnya mengenai bahaya bermain layang-layang dan laser dan drone di sekitar Bandara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate
Social Responsibility (CSR) perusahaan sebagai bentuk kepedulian terhadap
pendidikan serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai keselamatan
penerbangan di sekitar Bandara Internasional Banyuwangi.
Bantuan tas dan alat tulis serta buku bacaan diberikan
untuk mendukung kebutuhan belajar siswa dan meningkatkan semangat mereka dalam
menempuh pendidikan.
Melalui program "InJourney Airports Cerdaskan
Bangsa", perusahaan berharap dapat memberikan manfaat langsung bagi para
siswa sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih baik.
General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Mohamad
Holik Muardi menyampaikan, kegiatan CSR ini merupakan wujud kepedulian
perusahaan terhadap masyarakat di sekitar bandara.
Selain memberikan bantuan pendidikan, perusahaan juga
berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keselamatan
penerbangan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap bantuan tas dan alat
tulis serta buku bacaan dapat memberikan manfaat bagi para siswa dan menambah
semangat mereka untuk belajar. Kami juga ingin menanamkan pemahaman sejak dini
bahwa keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama, termasuk
masyarakat yang tinggal di sekitar bandara,” jelasnya.
Dalam kegiatan sosialisasi, para siswa diberikan
pemahaman mengenai larangan bermain layang-layang di sekitar bandara. Benang
dan layang-layang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan apabila
berada di kawasan operasional pesawat.
Para siswa juga diajak untuk memilih tempat bermain yang
aman serta mengingatkan keluarga dan teman-teman agar tidak melakukan aktivitas
yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.
Manajemen
Bandara Internasional Banyuwangi bersama guru serta siswa MI Miftahul Ulum
Patoman. (Foto: Istimewa)
Kepala Sekolah MI Miftahul Ulum Patoman, Hisbulloh huda
menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, bantuan tersebut
dapat membantu memenuhi kebutuhan siswa, sementara sosialisasi keselamatan
penerbangan memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi anak-anak dan
lingkungan sekitarnya.
Melalui kegiatan ini, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero)
berharap dapat memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan dan masyarakat
dalam mendukung dunia pendidikan serta meningkatkan kesadaran terhadap
keselamatan penerbangan.
Bandara Internasional Banyuwangi berkomitmen untukterus
menjalankan program CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya
operasional penerbangan yang aman dan selamat. (*)
