
Tim Damkarmat Banyuwangi dalam kegiatan simulasi kebakaran di lantai lima Aston Hotel. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Aston Banyuwangi Hotel and Conference Center melaksanakan simulasi kebakaran. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan darurat serta memastikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tamu maupun pegawai.
Simulasi ini dirancang menyerupai kondisi darurat nyata diawali dengan terdeteksinya korsleting listrik hingga memicu kepulan asap dari kamar 501 lantai 5. Setelah mengetahui adanya potensi kebakaran, pegawai hotel langsung memutus aliran listrik guna mengantisipasi risiko yang lebih besar.
Setelah alarm darurat berbunyi, sistem tanggap darurat
langsung diaktifkan, diikuti pengerahan petugas rescue hotel untuk melakukan
pengecekan, mengevakuasi dua orang korban yang terjebak dan tak sadarkan diri
di dalam kamar.
Tim rescue hotel sempat berupaya melakukan pemadaman.
Namun, karena api digambarkan membesar, pegawai hotel meminta bantuan Dinas
Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), kepolisian, serta mendatangkan
mobil ambulans.
Tak lama kemudian Tim Damkarmat Banyuwangi datang langsung
melakukan pemadaman. Setelah api dinyatakan padam, di lokasi dipasang garis
polisi. Sementara dua korban dievakuasi menuju rumah sakit menggunakan mobil
ambulans.
"Waktu standar seluruhnya harus tuntas di bawah 20
menit. Tadi yang kami lakukan kurang lebih sekitar 15 menit, semua evakuasi dan
pemadaman selesai," kata General Manager Aston Banyuwangi Hotel and
Conference Center, Catur Rahmadi, Kamis (15/10/2026).
Hasil tersebut, lanjut Catur, menunjukkan bahwa
penanganan keadaan darurat di Aston Hotel Banyuwangi, mulai dari respons alarm,
evakuasi korban, hingga proses pemadaman api telah berjalan sesuai prosedur.
"Kita rutin menggelar kegiatan simulasi kebakaran
dan gempa bumi, minimal satu tahun sekali. Tujuannya untuk melatih kesiapan tim
emergency rescue maupun seluruh staf agar memiliki respon cepat dalam
menghadapi situasi gawat darurat," bebernya.
Di kesempatan yang sama, Staf Bidang Pencegahan Inspektur
Kebakaran Banyuwangi, Agus Supriyanto mengungungkapkan, pelatihan bersama
Damkarmat berlangsung selama dua hari.
Hari pertama diisi materi dan latihan dasar penggunaan
alat pemadam api ringan (APAR), sedangkan hari kedua difokuskan pada praktik
pemadaman dan evakuasi.
“Kami mengapresiasi pihak Aston Banyuwangi yang telah
melaksanakan simulasi. Kegiatan seperti ini penting untuk meningkatkan
kesiapsiagaan dan pemahaman terhadap langkah-langkah penanganan kebakaran,
sehingga setiap personel mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi
keadaan darurat," tandasnya. (*)
