Program Sekardadu Ajak Pelajar Rawat Sungai di Kampunganyar BanyuwangiDPU Pengairan Banyuwangi

Program Sekardadu Ajak Pelajar Rawat Sungai di Kampunganyar Banyuwangi

Para pelajar membersihkan sungai di Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id – Inovasi Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) masih terus digencarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi.

Program untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kebersihan aliran sungai ini melibatkan lintas sektoral. Terbaru, kegiatan tersebut melibatkan pelajar dari empat sekolah di Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah.

Para pelajar diajak melakukan tabur ikan dan penanaman pohon. Selain itu, mereka juga diedukasi pentingnya menjaga kebersihan sungai, mencegah pencemaran, serta mengurangi risiko banjir akibat penumpukan sampah di aliran air.

Baca Juga :

Korsda Banyuwangi, Puput Waspito Adi, mengatakan, program Sekardadu menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan, khususnya kawasan sungai.

“Melalui Sekardadu ini, DPU Pengairan berkolaborasi dengan lembaga pendidikan untuk menanggulangi persoalan sampah dan banjir di aliran sungai. Kami juga menyosialisasikan kepada siswa agar tidak membuang sampah sembarangan," kata Puput, Selasa (13/10/2026).

Keterlibatan pelajar diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif dalam menjaga lingkungan sejak dini dengan menjaga kebersihan daerah aliran sungai, termasuk memperbanyak penanaman pohon yang bertujuan agar air tersimpan di tanah lebih lama.

Kepala Desa Kampunganyar, Suwandi, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, edukasi lingkungan melalui aksi langsung dapat menggugah pemahaman anak-anak mengenai pentingnya menjaga alam, terutama sumber daya air.

“Desa Kampunganyar merupakan kawasan hulu sungai sekaligus desa penyangga kawasan Kawah Ijen. Kondisi tersebut membuat upaya menjaga kelestarian sumber air menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Pelajar tabur benih ikan di sungai Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah. (Foto: Istimewa)

Menurut Suwandi, kebersihan daerah aliran sungai berkaitan erat dengan keberlangsungan destinasi wisata air yang menjadi potensi unggulan di Desa Kampunganyar. Setidaknya ada enam tempat wisata air di wilayah ini, yakni Jopuro, Jagir, Ketegan, Perongsotan, Griyo Watu, dan Kali Kedung.

“Wisata air ini juga dimanfaatkan masyarakat untuk mencari rezeki. Kalau airnya tercemar atau kotor, tentu akan berpengaruh terhadap kondisi wisata dan aktivitas ekonomi warga,” sambungnya.

Guru SMP Darul Ilmi Banyuwangi, Putri Noviah Pradani menilai Program Sekardadu menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi siswa. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, para pelajar dapat memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

“Kegiatan ini sangat luar biasa karena mengajarkan anak-anak untuk mencintai alam sekitar, terutama daerah yang memiliki aliran sungai maupun tempat wisata,” tuturnya. (fat)