Cabup Banyuwangi Ipuk Fiestiandani didoakan tokoh ulama. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Cabup-Cawabup Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani-Mujiono memanfaatkan masa kampanye dengan aktif turun menemui masyarakat. Tokoh ulama hingga kalangan petani tak segan memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut 1 tersebut.
Seorang penceramah kondang asal Kecamatan Rogojampi, Andi Hidayat menilai kepemimpinan Ipuk selama ini sudah terbukti membawa kemajuan bagi Banyuwangi. Langkah yang sudah dicapai dengan baik, perlu dilanjutkan agar manfaatnya semakin terasa luas.
"Banyuwangi sudah banyak kemajuan, dan ini harus
diteruskan. Kita butuh pemimpin yang konsisten, seperti Bu Ipuk,” ungkap Ustaz
Andi, saat disowani Ipuk di kediamannya, Selasa (29/10/2024).
“Banyuwangi butuh pemimpin yang berpengalaman dan siap
melanjutkan. Bu Ipuk punya visi konkret untuk masa depan masyarakat yang lebih
baik,” imbuhnya.
Ustaz Andi mengajak warga Banyuwangi untuk berperan aktif
dalam Pilkada 2024 dengan datang ke TPS dan memilih pemimpin yang sudah pasti
membawa kemaslahatan.
“Mari sukseskan Pilkada gunakan hak suara kita, dan pilih
nomor urut 01, Bu Ipuk dan Bapak Mujiono,” serunya.
Ipuk mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan doa
dari para ulama, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Ipuk menegaskan, dukungan
mereka adalah kekuatan besar dalam upaya membangun Banyuwangi.
“Saya sangat berterima kasih atas doa dan dukungan dari
semua pihak, khususnya dari para ulama dan tokoh masyarakat. Ini adalah amanah
yang harus kami jaga untuk membawa Banyuwangi lebih maju,” ucap Ipuk.
Sementara itu, sasyarakat yang tergabung dalam petani
kopi juga berharap agar program pengembangan ekonomi desa bisa dilanjutkan.
Mereka menilai program yang dijalankan Ipuk, mampu memberi dampak positif.
"Program di sektor pertanian, UMKM, dan lainnya membawa dampak luar biasa. Lewat pelatihan dan bantuan usaha yang diberikan,” ungkap Ketua Kelompok Tani Kopirejo, Gombengsari, Taufik saar bertemu Ipuk pada Senin (28/10/2024).
Cabup
Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertemu dengan petani kopi Gimbengsari. (Foto:
Istimewa)
Ketua Gapoktan Gombengsari, Haryono, menambahkan, program
Ipuk yang memperhatikan aspek legalitas kopi lokal juga diminta dilanjutkan.
Dengan Indikasi Geografis (IG), kopi Banyuwangi kini terlindungi dari klaim
luar.
“Adanya IG untuk kopi Banyuwangi sangat penting. Ini
tidak hanya untuk pemberdayaan, tetapi juga perlindungan. Kami sangat terbantu
dengan kebijakan ini,” kata Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis
(MPIG) Banyuwangi ini.
Ipuk Fiestiandani mengaku senang melihat program-program
yang ia jalankan bermanfaat untuk masyarakat. Ia pun berkomitmen untuk terus
memperkuat berbagai program yang telah berjalan baik.
“Program ini akan kami tingkatkan agar lebih banyak
masyarakat berdaya ekonomi dan desa semakin maju,” katanya. (red)