oleh

Wisata Pantai Ma On Shan Saat Lockdown

KabarBanyuwangi.co.id – Sebetulnya hari ini, saya dan teman-teman Komunitas Larosa Arum sudah janjian di Pantai Ma On Shan. Selain letaknya tidak jauh dari pusat Kota Hongkong, kawasan ini juga mudah dijangkau dari Staisun Metri dan Terminal Busway. Saya pagi ini naik MRT, hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk tiba di lokasi.

Saya bersama Mbak Naga Sukma sudah sejak pukul 08.00 pagi tiba di pantai, dengan bekal “rujakan” khas orang Kampung. Membawa cobek sendiri, dan buah-buahan yang akan dijadikan rujak. Namun setelah dua jam berlalu, teman-teman tidak ada yang nongol.

Baca Juga: Larosa Arum: Komunitas Buruh Migran Pelestari Gandrung di Hongkong

Baca Juga: Kesenian Tradisional Jaranan Buto Banyuwangi Eksis di Taiwan

Baca Juga: Pemain Jaranan Buto Rela Disabet Cemeti Asal Diberi Imbalan Rp 100 Ribu, Ini Alasannya

Memang Hongkong saat ini memasuki Pandemi ke-3 yang jumlah korban terbaru mencapai ratusan. Tidak heran, jika teman-teman mengurungkan niat datang ke Pantai Man On Shan. Penjagaan sosial distancing sangat ketat, tidak boleh bergerombol dan harus bermasker, seperti di Indonesia.

Cahya Larosa Menikmati Liburan saat udara cerah di Pantai Ma On Shan. (Foto: istimewa)
Cahya Larosa Menikmati Liburan saat udara cerah di Pantai Ma On Shan. (Foto: istimewa)

Pantai Ma On Shan sendiri, dibuka untuk umum sejak tahun 2010. Setelah melalui proses pembangunan bertahun-tahun, akhirnya pantai yang tidak jauh dari Pelabuhan Tolo  dengan pemadangan yang bagus bisa dinikmati untuk umum.

Fasilitas pantai  dilengkapi jalur jogging, ada juga tempat duduk di sepanjang pantai. Pohon-pohon sepanjang pantai, memberi keteduhan tersendiri sambil menikmati angin sepoi-poi. Ada Bougainvillea Garden, serta semak-semak berbunga yang terawat bagus.

Bagi yang berlibur membawa keluarga, terutama anak-anak, juga tersedia area bermain anak-anak, peralatan olahraga ringan are Tai Chi. Pada sore hari kawasan pantai Ma On San sangat ramai, karena bisa menikmati matahari tenggelam (Sunset) dengan warna jingga yang semburat, terutama saat udara cerah.

Warung Lesehan yang menjual aneka makanan khas Indonesia. Penjualnya adalah Buruh Mingran Indonesia yang bekerja di Hongkong. (Foto: istimewa)
Warung Lesehan yang menjual aneka makanan khas Indonesia. Penjualnya adalah BMI yang bekerja di Hongkong. (Foto: istimewa)

Nah bagi saya dan teman-teman Indonesia, tidak perlu kawatir makanan bila berkunjung ke Pantai Ma On Shan. Ada penjual makanan khas Indonesia, dengan model lesehan di atas pasar pantai beralasan tikar. Saya dan Mbak Naga Sukma, memilih makan Bakso Beranak. Kebetulan penjualnya asal Blitar.

Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga kita bisa beraktivitas secara wajar. Kepada teman-teman yang belum sempat bergabung, selamat berlibur di hari Minggu. Minggu depan kita bisa bikin acara pertemuan lagi, tentu di kawasan yang berbeda. (Cahya Larosa Arum – Hongkong)

Redaksi menerima tulisan dari para Netizen, tentang apa saja asal tidak mengandung sara dan ujaran kebencian. Mulai dari Wisata, Kuliner atau cerita perjalanan. Bisa dikirim lewat email redaksi@kabarbanyuwangi.co.id atau melalui WhatsApp (WA) +6289682933707, beserta foto dan keterangannya. Terimakasih.

_blank

Kabar Terkait