Ancaman Asap Karhutla Merapi Ungup-ungup, TWA Kawah Ijen Berpotensi Ditutup SementaraTWA Kawah Ijen

Ancaman Asap Karhutla Merapi Ungup-ungup, TWA Kawah Ijen Berpotensi Ditutup Sementara

Petugas gabungan tangani karhutla di Cagar Alam Merapi Ungup-ungup dekat TWA Kawah Ijen. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id - Operasional kawasan wisata Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen berpotensi ditutup sementara. Langkah antisipasi ini dipertimbangkan menyusul insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-ungup, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Kamis (3/9/2026).

Kepala TWA Kawah Ijen, Rusdi Santoso, menegaskan bahwa lokasi titik api berada hanya berjarak 1 hingga 1,5 kilometer di sebelah timur kawasan wisata. Mengingat arah emisi asap yang berisiko mengganggu penglihatan dan kesehatan wisatawan, pihaknya langsung berkordinasi dengan pimpinan.

"Tunggu keputusan pimpinan. Sudah saya laporkan demi keselamatan dan keamanan pelaku wisata, karena mungkin dampak asap mengarah ke Kawah Ijen, lebih baik ditutup sementara. Masih menunggu surat resmi dari pimpinan," ungkap Rusdi.

Baca Juga :

Terlepas dari ancaman asap karhutla, TWA Kawah Ijen sebetulnya juga sudah mengagendakan penutupan berkala untuk aksi bersih-bersih rutin bertajuk 'Ijen Rijig' pada Jumat pertama setiap bulannya.

Di sisi lain, upaya melokalisasi kobaran api terus digencarkan. Personel gabungan penanganan karhutla telah menggelar pemantauan titik panas (hotspot) sejak pukul 10.30 WIB hingga 13.50 WIB.

Kapolsek Licin, AKP Karyadi, menyebutkan dari total lima titik panas yang sempat terdeteksi di awal, mayoritas di antaranya kini sudah berhasil dipadamkan.

"Dari lima titik hotspot yang sempat termonitor, empat titik di antaranya saat ini sudah padam. Tinggal tersisa satu titik api aktif untuk wilayah Kecamatan Licin," ujar AKP Karyadi.

Proses pemadaman total di lapangan tidak berjalan mudah. Karyadi menjelaskan bahwa vegetasi yang terbakar merupakan tanaman perdu seperti pakis dan manarasa yang berdiri di atas tebing curam.

"Secara visual hanya satu titik api yang bisa dipantau dari jarak terdekat sekitar satu kilometer. Sisanya berada di balik puncak Merapi Ungup-ungup dan tidak bisa diakses jalur darat karena tebing dan jurang curam," paparnya.

Kondisi makin mengkhawatirkan lantaran arah angin bertiup ke utara dan barat. Karakter vegetasi yang mudah terbakar membuat potensi perambatan api diperkirakan mengarah ke kawasan Kalipait, Kabupaten Bondowoso. (man)