Atasi Kepadatan Arus di Pelabuhan Ketapang, Polisi Dikerahkan hingga Bantu Turis AsingPolresta Banyuwangi

Atasi Kepadatan Arus di Pelabuhan Ketapang, Polisi Dikerahkan hingga Bantu Turis Asing

Polresta Banyuwangi kerahkan sejumlah personel di kawasan Pelabuhan Ketapang. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id - Kepadatan arus kendaraan menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, kembali memburuk imbas pengerjaan peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan dermaga ponton Ketapang menjadi dermaga movable bridge (MB) 50 ton.

Antrean truk logistik dari arah utara mengular panjang. Pada Rabu (2/9/2026) pukul 22.56 WIB, antrean terpantau kian memanjang hingga ke Tikungan Kampe, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, atau berjarak sekitar 16 kilometer dari pelabuhan.

Menyikapi kondisi tersebut, Polresta Banyuwangi menerjunkan personel ke kawasan Pelabuhan Ketapang dan ruas jalan di sekitarnya. Pengaturan arus lalu lintas dilakukan secara situasional guna mencegah kemacetan semakin meluas dan memacetkan jalur arteri Pantura Jawa-Bali.

Baca Juga :

Petugas ditempatkan di sejumlah titik rawan untuk mengarahkan kendaraan, menjaga titik-titik persimpangan tetap terbuka, serta mencegah para pengemudi memarkirkan armadanya di lokasi yang dapat mempersempit badan jalan.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan menegaskan bahwa penerjunan personel ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan di tengah lonjakan volume kendaraan.

“Kami hadir untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali dan aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih jauh. Personel sudah ditempatkan pada titik-titik yang mengalami kepadatan untuk melakukan pengaturan secara situasional sesuai kondisi di lapangan,” ujar Kombes Pol Rofiq.

Di tengah padatnya antrean kendaraan, aksi sigap ditunjukkan oleh Aipda Amir bersama personel lainnya. Di sela-sela mengurai kepadatan, mereka menyempatkan diri memberikan pelayanan kepada wisatawan mancanegara (wisman) yang membutuhkan informasi terkait angkutan umum.

Petugas memberikan arahan mengenai pilihan moda transportasi serta lokasi angkutan yang aman agar turis asing tersebut tidak mengalami kesulitan atau salah menentukan arah perjalanan.


Personel Polresta Banyuwangi berikan arahan kepada turis asing yang sempat mengalami kesulitan perjalanan. (Foto: Istimewa)

Kapolresta Banyuwangi mengapresiasi kesiapan anggotanya di lapangan. Menurutnya, kepolisian tidak hanya berfokus pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga wajib memberikan rasa aman dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Personel kami tempatkan pada titik-titik kepadatan untuk menjaga arus kendaraan tetap terkendali. Di tengah pelaksanaan pengaturan, anggota juga tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun wisatawan yang membutuhkan informasi dan bantuan,” terangnya.

Ia menambahkan, Pelabuhan Ketapang merupakan pintu utama penyeberangan Jawa-Bali sehingga kenyamanan para pelancong tetap menjadi prioritas pelayanan.

“Kami ingin memastikan masyarakat dan wisatawan tetap mendapatkan pelayanan meskipun kondisi lalu lintas sedang padat. Setiap anggota harus tanggap terhadap situasi dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” imbuh Rofiq.

Hingga saat ini, Polresta Banyuwangi terus memantau perkembangan arus lalu lintas di kawasan Ketapang dan menyesuaikan pola pengaturan berdasarkan kondisi aktual. Polisi mengimbau para pengguna jalan untuk tetap bersabar, menjaga jarak aman, tidak saling mendahului, serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi mempercepat penguraian arus. (man)