
Ilustrasi. (Foto: freepik.com)
KabarBanyuwangi.co.id - Polresta Banyuwangi terus mendalami
insiden kematian B (48), warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, yang
meninggal dunia saat mengikuti karnaval sound horeg pada Minggu (23/8/2026)
malam.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan,
menegaskan komitmennya untuk tetap mengusut tuntas peristiwa tersebut guna
memastikan ada atau tidaknya unsur pidana.
“Saya sudah komit, saya sudah perintahkan bahwa
investigasinya berjalan. Kita juga punya komitmen untuk menjaga peradaban itu,”
kata Rofiq kepada awak media, Selasa (1/9/2026).
Meski begitu, Rofiq membeberkan bahwa proses investigasi
petugas di lapangan menemui kendala. Hal itu lantaran pihak keluarga korban
menolak dilakukan tindakan autopsi.
Menurut Rofiq, autopsi merupakan langkah krusial bagi
penyidik untuk mendapatkan legitimasi hukum terkait penyebab pasti kematian
korban. Tanpa hasil autopsi, dugaan awal seperti faktor kelelahan atau riwayat
penyakit jantung sulit dibuktikan secara medis.
"Cuma klausul polisi bisa masuk meyakini bahwa ada
peristiwa pidana, itulah yang kemudian menjadi legitimasi hukum kita bisa
melakukan upaya-upaya yang sifatnya memaksa," jelasnya.
Ia menyayangkan sikap penolakan autopsi tersebut karena
dapat menghambat proses hukum serta evaluasi keselamatan kegiatan masyarakat di
masa depan.
"Ya bagaimana, polisi ini bisa apa, gitu? Kalau
masyarakatnya juga tidak menginginkan untuk dirinya sehat dalam berpikir, dalam
bertindak, dalam berkehidupan dengan budayanya sehari-hari. Ya ini PR kita bersama,"
tegasnya.
Sebelumnya, B mendadak tumbang saat rombongan karnaval
mendekati garis finis sekitar pukul 19.00 WIB. Korban sempat mengeluh lemas dan
beristirahat di bak mobil pikap.
Setelah merasa membaik, ia kembali berjalan, namun
kondisinya memburuk disertai sesak napas dan nyeri dada. Rekan-rekannya sempat
membawa korban ke Puskesmas Pesanggaran, tetapi nyawanya tak tertolong sebelum
sampai di fasilitas kesehatan.
Di sisi lain, Polsek Pesanggaran membantah isu yang sempat
liar mengenai penyebab kematian korban. Kapolsek Pesanggaran, AKP Agus Hari
Widodo, memastikan korban meninggal dunia murni karena kondisi sakit dan tidak
ada kaitannya dengan konsumsi miras. Sebelum acara dimulai, petugas juga telah
melakukan sweeping untuk mengantisipasi peredaran miras. (man)
