
Antrean kendaraan yang didominasi truk logistik terpantau padat di Tikungan Kampe, Bangsring, Wongsorejo, pada Rabu (2/9) malam. (Foto: Tangkapan layar)
KabarBanyuwangi.co.id - Antrean panjang kendaraan truk
logistik yang hendak menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang,
Banyuwangi, kembali memburuk pada Rabu (2/9/2026). Ekor antrean kendaraan yang meluber dari arah
utara mengular sejauh belasan kilometer.
Kondisi terkini pada pukul 22.56 WIB, ekor antrean
terpantau makin memanjang hingga ke Tikungan Kampe, Desa Bangsring, Kecamatan
Wongsorejo, atau berjarak sekitar 16 kilometer dari pelabuhan.
Seretnya arus lalu lintas ini menuai keluhan dari para
pengguna jalan. Salah seorang petugas tim layanan ambulans, M. Haikal Saputra,
menyebutkan bahwa jalur arteri terpantau padat tanpa celah saat ia melintas
dari arah utara menuju kawasan kota untuk menjemput pasien sekitar pukul 17.09
WIB.
"Ekor antrean sudah sampai di kawasan BPPP Wongsorejo.
Jalurnya padat memanjang tanpa jeda," ungkap Haikal saat dikonfirmasi
mengenai kondisi lalu lintas.
Tingginya volume kendaraan membuat lajur jalan utama tak
lagi sanggup menampung antrean. Dampaknya, tidak sedikit pengemudi truk yang
terpaksa memarkirkan armada mereka di bahu jalan sebelah kanan.
Sebelumnya, berdasarkan pantauan kamera CCTV Pemkab
Banyuwangi pada pukul 19.10 WIB, kemacetan belum menunjukkan tanda-tanda
terurai dengan ekor antrean di area tikungan makam depan pabrik udang SAA, Desa
Bangsring, sebelum akhirnya terus mengular hingga Tikungan Kampe menjelang
tengah malam.
Kepadatan lalu lintas ini dipicu oleh pengerjaan
peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan dermaga ponton
Pelabuhan Ketapang menjadi dermaga movable bridge (MB) berkapasitas 50 ton.
Proses perbaikan tersebut membuat operasional penyeberangan pelabuhan belum
bisa berjalan secara penuh.
Menanggapi situasi ini, General Manager ASDP Cabang
Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan bahwa pihak pelabuhan telah mengoperasikan
tiga kapal bantuan dengan menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) demi
mempercepat pergerakan kapal dan mengurai antrean.
"KMP Atayana dan KMP Portlink VII menerapkan pola TBB
di Pelabuhan Gilimanuk, sementara KMP Liputan XII menerapkan pola TBB di
Dermaga LCM. Langkah ini kami optimalkan untuk mempercepat proses pelayanan dan
membantu mengurai kepadatan kendaraan secara bertahap," terang Media dalam
keterangan resminya.
Media juga mengimbau calon penumpang yang terdampak
penumpukan kendaraan agar tidak panik terkait masa berlaku tiket penyeberangan
mereka.
"Kami memahami kondisi ini dapat berdampak pada
perjalanan masyarakat. Karena itu, kami meminta pengguna jasa untuk tetap
tenang dan mengikuti arahan petugas. Kami memastikan pengguna jasa yang telah
memiliki tiket tetap akan dilayani untuk menyeberang dan tidak perlu khawatir
tiketnya hangus akibat kondisi ini," pungkasnya. (man)
