Pantauan udara Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Kemacetan panjang terjadi di
Pelabuhan Ketapang hingga Rabu (16/7/2025) malam. Antrean kendaraan, terutama
truk logistik dan sembako, mengular hingga 5 kilometer ke arah Kecamatan
Wongsorejo.
Situasi ini dipicu terbatasnya jumlah kapal yang beroperasi
pasca penundaan sejumlah kapal eks LCT (Landing Craft Tank) untuk proses
inspeksi.
Namun, setelah percepatan pemeriksaan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III
Tanjungwangi, enam armada kini telah memenuhi persyaratan dan kembali mendapat
dispensasi berlayar.
Enam kapal tersebut adalah KMP Agung Samudera, KMP Karya
Maritim 1, KMP Jambo, KMP Karya Maritim 2, KMP Samudera Utama, dan KMP Liputan
XII.
General Manager PT ASDP Ketapang, Yannes Kurniawan,
mengatakan kapal-kapal tersebut diizinkan beroperasi dengan kapasitas terbatas.
“Maksimal hanya 75 persen dari kapasitas, tanpa penumpang dan kendaraan kecil,”
jelasnya.
ASDP juga memastikan semua kendaraan ditimbang dan dimuat
sesuai ketentuan demi keselamatan pelayaran.
“Kami mohon maaf atas antrean yang terjadi dan terus
berkoordinasi dengan KSOP serta pihak terkait untuk mempercepat normalisasi,”
kata Yannes.
Meski antrean masih terjadi, ASDP menegaskan keselamatan
menjadi prioritas utama, mengingat insiden tenggelamnya kapal beberapa waktu
lalu di Selat Bali. Pengguna jasa diimbau tetap tertib dan mengikuti arahan
petugas di lapangan. (man)