Gegara Penggorengan Kerupuk Disiram Air, Dapur Warga Banyuwangi Terbakar Sebabkan Korban LukaDamkarmat Banyuwangi

Gegara Penggorengan Kerupuk Disiram Air, Dapur Warga Banyuwangi Terbakar Sebabkan Korban Luka

Kondisi dapur rumah warga Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi yang terbakar. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id - Aktivitas menggoreng kerupuk berujung kepanikan di Jalan Ikan Kembang Waru, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (29/8/2026) siang. Bagian dapur rumah milik Asmiatun (57) terbakar akibat kesalahan penanganan saat wajan penggorengan mengeluarkan api.

Nahas, insiden ini juga mengakibatkan satu orang penghuni rumah bernama Supetiyono (63) mengalami luka bakar saat berupaya mengatasi kobaran api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Edy Supriyono, menyampaikan bahwa peristiwa bermula saat proses penggorengan kerupuk berlangsung di dapur. Percikan minyak panas mendadak menyentuh bara api kompor hingga menyambar wajan penggorengan.

Baca Juga :

"Saat api di atas wajan membesar, pemilik rumah mencoba memadamkannya dengan cara menyiramkan air. Tindakan ini justru memicu letupan fatal karena minyak panas yang disiram air membuat kobaran api melonjak seketika hingga menyambar atap dapur," kata Edy.

Warga yang melihat kepulan asap langsung mendatangi Markas Komando (Mako) Damkarmat Banyuwangi sekitar pukul 11.55 WIB untuk meminta bantuan darurat. Menindaklanjuti laporan tersebut, Mako Damkarmat menerjunkan 11 personel gabungan Regu Brama 1 dan relawan Redkar yang tiba di lokasi dalam waktu enam menit.

Petugas langsung menggelar satu jalur selang 1,5 inci dan menyemprotkan air secara terarah ke titik api di area dapur seluas 4x3 meter tersebut.

"Penanganan dilakukan secara cepat. Kobaran api utama berhasil kita jinakkan hanya dalam waktu satu menit pada pukul 12.03 WIB," jelasnya.

Setelah api padam, petugas melanjutkan proses pendinginan (overhaul) untuk memastikan tidak ada bara api tersembunyi di struktur atap dapur yang berpotensi memicu penyalaan ulang (re-ignition). Seluruh operasi pemadaman dan investigasi awal dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 12.37 WIB.

Akibat musibah ini, kerugian materiil berupa kerusakan pada bagian dapur dan atap rumah ditaksir mencapai Rp2 juta. (man)