
Account Officer PNM bersama nasabah di wilayah 3T. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Di banyak wilayah, terutama kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), akses terhadap layanan keuangan masih dimaknai sebagai perjalanan berjam-jam melintasi laut, menyusuri pegunungan, menembus hutan, atau menunggu cuaca bersahabat agar dapat bertemu dengan layanan keuangan formal.
Di wilayah-wilayah seperti pulau-pulau kecil di Natuna, Kepulauan Talaud, dan Maluku, dataran tinggi Papua, pedalaman Kalimantan, hingga desa-desa perbatasan di Nusa Tenggara, tantangan geografis menjadi tantangan nyata bagi pemerataan kesempatan ekonomi. Namun, di ruang-ruang yang sulit dijangkau itulah semangat pembangunan diuji dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) hadir untuk berkontribusi bagi negeri.
“PNM hadir melalui 4.035 unit dimana 516 diantaranya
berada di wilayah 3T. Artinya lebih dari 10 persen jaringan pelayanan PNM
menjangkau wilayah-wilayah dengan medan yang penuh tantangan,” ungkap Direktur
Utama PNM Kindaris dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/7/2026).
Menurut Kindaris, ketika masyarakat prasejahtera,
khususnya perempuan pengusaha ultra mikro memperoleh akses pembiayaan dan
pendampingan, yang tumbuh bukan hanya usaha, tetapi juga rasa percaya diri,
kemandirian keluarga, hingga perputaran ekonomi desa. Karena itu, memperluas
jangkauan layanan ke wilayah 3T bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan bentuk
nyata menghadirkan keadilan ekonomi.
Di bawah naungan Danantara Indonesia, PNM memandang
momentum transformasi ini sebagai peluang untuk memperkuat peran sebagai agen
pembangunan. Dukungan ekosistem Danantara membuka ruang kolaborasi yang lebih
luas, mempercepat inovasi layanan, memperkuat kapasitas operasional, serta
mendorong sinergi antar BUMN sehingga akses pembiayaan dan pemberdayaan dapat
menjangkau lebih banyak masyarakat yang selama ini berada di luar radar layanan
keuangan formal.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia
sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria mengimbau untuk terus mengarahkan
dukungan pembiayaan kepada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan
lapangan kerja, meningkatkan daya saing dan memberikan dampak nyata bagi
masyarakat salah satunya pemberdayaan UMKM.
Bagi PNM, pembiayaan hanyalah langkah awal. Yang
membedakan adalah keberlanjutan pemberdayaan. Pendampingan usaha, penguatan
kapasitas kewirausahaan, literasi keuangan, hingga pembangunan karakter menjadi
fondasi agar setiap pembiayaan benar-benar mampu mengubah kualitas hidup
nasabah.
Pendekatan tersebut yang memungkinkan jutaan perempuan
prasejahtera tidak hanya bertahan menjalankan usaha, tetapi juga menciptakan
lapangan pekerjaan baru dan menjadi penggerak ekonomi di lingkungannya.
Transformasi tersebut juga sejalan dengan semangat
Melayani Sepenuh Hati yang diusung Danantara melalui program Danantara
Indonesia CX100. Program ini mendorong seluruh BUMN membangun pengalaman
pelanggan yang unggul Pendekatan tersebut menempatkan kualitas pengalaman
masyarakat sebagai ukuran utama keberhasilan pelayanan, bukan semata capaian
operasional.
Semangat tersebut telah lama menjadi bagian dari cara
perusahaan hadir di tengah masyarakat. Account Officer bukan sekadar petugas
lapangan, tetapi pendamping yang mengenal kondisi nasabah, memahami tantangan
mereka, dan tumbuh bersama dalam setiap proses pemberdayaan.
Kedepan, nilai-nilai CX100 semakin memperkuat budaya
pelayanan tersebut agar setiap interaksi dengan nasabah menghadirkan pengalaman
yang mudah, tepat, hangat, dan bermakna.
“Keberhasilan bukan diukur dari seberapa jauh kami
menyalurkan pembiayaan, tetapi seberapa jauh kami mampu menghadirkan harapan
hingga ke wilayah yang paling sulit dijangkau. Di bawah naungan Danantara, kami
memiliki optimisme yang lebih besar untuk memperluas akses pembiayaan dan
pemberdayaan hingga pelosok Indonesia,” tambah Kindaris.
Setiap perempuan prasejahtera berhak memperoleh
kesempatan yang sama untuk tumbuh. Karena itulah PNM berkomitmen mendukung
transformasi Danantara dengan memastikan setiap layanan PNM tidak hanya efektif
dan mudah diakses, tetapi juga memberikan pengalaman yang hangat, manusiawi,
dan berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di
dunia, mendorong PNM untuk berkontribusi dengan memastikan tidak ada satu pun
masyarakat yang tertinggal hanya karena letak geografisnya. Ketika akses
layanan keuangan mampu menembus pegunungan, pulau-pulau kecil, kawasan
perbatasan, dan desa-desa terpencil, maka pembangunan ekonomi tidak lagi
bersifat eksklusif, melainkan benar-benar inklusif. (*)
