Iklan eL Hotel Banyuwangi

Pria Berbobot 2 Kuintal di Banyuwangi Terjebak Alami Kram, Damkarmat Turun TanganDamkarmat Banyuwangi

Pria Berbobot 2 Kuintal di Banyuwangi Terjebak Alami Kram, Damkarmat Turun Tangan

Petugas Damkarmat dibantu PMI Banyuwangi berjibaku evakuasi ADS. (Foto: Tangkapan layar)

KabarBanyuwangi.co.id - Evakuasi seorang pria obesitas berinisial ADS (35), warga Kampung Mandar, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi berjalan dramatis.

Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi terpaksa turun tangan menggunakan sistem katrol untuk memindahkan korban yang berbobot sekitar 200 kilogram (2 kuintal).

ADS sempat terjebak semalaman di lantai rumahnya sejak Kamis (9/7/2026) malam akibat kram hebat dan lemas usai keluar dari kamar mandi.

Baca Juga :

Upaya keluarga dan warga menggotong korban secara manual menemui jalan buntu karena bobot tubuhnya yang luar biasa, hingga akhirnya mereka menyerah dan melapor ke Damkarmat pada Jumat (10/7/2026) pagi pukul 10.30 WIB.

"Begitu menerima laporan dari pihak keluarga, kami langsung datangi lokasi, lakukan asesmen, dan mempersiapkan peralatan apa saja yang sekiranya dapat membantu proses evakuasi," ujar Anggota Tim Rescue Damkarmat Banyuwangi, Ribut Hendriyanto.

Kronologi bermula pada Kamis siang saat ADS masih beraktivitas normal. Namun menjelang malam, kondisinya mendadak drop.

Korban yang mengeluh pusing luar biasa merosot ke lantai usai dari kamar mandi dan langsung mengalami kram dalam posisi duduk miring.

Merespons laporan keluarga, Regu Brama 2 dan 3 Damkarmat Banyuwangi langsung meluncur menggunakan unit Fire & Rescue.

Mengingat ruang rumah yang sempit dan bobot korban yang berat, petugas berkolaborasi dengan tim medis PMI Banyuwangi menggunakan teknik penyelamatan luar ruang (outdoor rescue).


Anggota Tim Rescue Damkarmat Banyuwangi, Ribut Hendriyanto. (Foto: Tangkapan layar)

"Untuk penanganan, kami berkolaborasi dengan PMI. Banyak sekali tadi alat-alat yang kita gunakan, seperti tali mantel, webbing, kuli (katrol), bahkan ada kain serupa sarung. Itu kita gunakan supaya dalam proses evakuasinya korban lebih nyaman," jelas pria yang akrab disapa Hendri tersebut.

Berkat penanganan taktis dan terukur, penderitaan ADS yang terjebak belasan jam di lantai berhasil disudahi dalam waktu relatif singkat.

"Alhamdulillah, dalam proses evakuasi hanya membutuhkan waktu sekitar 30 sampai 40 menit saja. Korban ADS akhirnya berhasil dipindahkan ke tempat yang lebih nyaman (kamar tidur)," pungkas Hendri.

Saat ini, ADS telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga dalam kondisi aman dan selamat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. (man)