
Petugas gabungan mengevakuasi ADS menuju RSUD Blambangan menggunakan pickup PMI Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Aksi penyelamatan dramatis kembali
harus dilakukan oleh tim gabungan di Kelurahan Lateng, Kecamatan/Kabupaten
Banyuwangi. ADS (35), seorang pria penderita obesitas dengan bobot 2 kuintal
(200 kilogram), terpaksa dievakuasi secara darurat ke rumah sakit setelah
mengalami sesak napas.
Peristiwa ini hanya berselang sehari setelah Dinas Pemadam
Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi mengevakuasi ADS yang sempat
terjebak mengalami kram di rumahnya pada Jumat (10/7/2026).
Memburuknya kondisi kesehatan ADS bermula saat pihak
keluarga mendatangkan dokter ke rumah pada Sabtu (11/7/2026) pukul 15.30 WIB.
Melihat kondisi pasien yang terus menurun dan mengalami sesak napas mendalam,
dokter menegaskan agar ADS segera dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.
Karena keterbatasan fisik dan berat badan ekstrem yang
membuat pasien sulit dipindahkan secara mandiri, pihak keluarga langsung
menghubungi Call Center Damkarmat pada pukul 17.48 WIB.
Humas Damkarmat Banyuwangi, Muammar Kadhafi, menjelaskan
bahwa penanganan kali ini jauh lebih krusial karena petugas harus berjibaku
dengan waktu demi menyelamatkan nyawa pasien.
"Karena kami sudah menangani pasien yang sama sehari
sebelumnya, kami paham betul kondisinya. Begitu laporan kedua masuk bahwa
beliau sesak napas, fokus utama kami adalah kecepatan dan keamanan. Faktor
kenyamanan pasien benar-benar kami jaga agar kondisinya tidak semakin
drop," ujar Dhafi sapaannya, Minggu (12/7/2026).
Mengingat beratnya medan evakuasi, Damkarmat Banyuwangi langsung
bergerak cepat berkoordinasi dengan Ambulans Banyuwangi, PMI, serta Basarnas.
Tim gabungan menerjunkan peralatan khusus seperti katrol, tali karmantel,
webbing, karabiner, hingga basket stretcher.
Proses pemindahan ADS dari dalam rumah menuju mobil pick-up
milik PMI berlangsung menegangkan dan memakan waktu hampir dua jam. Di
sela-sela proses evakuasi, petugas terus memberikan penguatan psikologis untuk
menenangkan pasien dan keluarganya.
"Kembali ke rumah yang sama untuk mengevakuasi pasien
yang sama dalam kondisi yang lebih kritis itu menyentuh sisi kemanusiaan kami
terdalam. Kami melihat kecemasan yang luar biasa dari keluarganya," ungkap
Dhafi yang turun langsung bersama tim rescue.
"Tugas kami bukan sekadar mengangkat beban berat, tapi
memastikan pasien merasa tenang dan tahu bahwa kami ada di sana untuk
menyelamatkannya," imbuhnya.
Proses evakuasi yang dilakukan dengan ekstra hati-hati
tersebut akhirnya berhasil diselesaikan pada pukul 20.35 WIB. ADS langsung
dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi untuk
mendapatkan perawatan medis intensif. (man)
