Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. (Foto: Fattahur)
KabarBanyuwangi.co.id - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani buka suara soal pemberian reward untuk atlet yang berprestasi dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jatim 2022.
Ipuk menyebut anggaran reward untuk atlet berprestasi telah ditransfer ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi.
"Sebenarnya anggaran reward sudah kita transfer ke pihak yang berwenang untuk menyalurkan (KONI)," kata Ipuk saat dikonfirmasi usai mengikuti paripurna di DPRD setempat, Jumat (3/3/2023).
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, lanjut Ipuk, akan berkoordinasi kembali dengan pihak terkait dan mencari benang merah, mengapa dana reward ini tak kunjung diberikan.
"Bagian anggaran kami minta juga untuk mendampingi KONI untuk menyelesaikan kesulitannya," ujarnya.
Tak hanya Bupati, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto pun turut memberikan komentar terkait persoalan ini. "Hati saya sangat sakit mendengar kabar tersebut," kata Michael kepada wartawan, Jumat (3/2/2023).
Menurut dia, dalam upaya memajukan olahraga di Banyuwangi sudah sepatutnya KONI juga memikirkan kesejahteraan atlet. Karena bagaimanapun, para atlet ini telah berjasa mengharumkan nama Banyuwangi lewat sektor olahraga.
"Supaya atlet ini semakin termotivasi untuk terus berprestasi mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional," ujar mantan Ketua KONI Banyuwangi periode 2015 - 2019 tersebut.
Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto. (Foto: Fattahur/Dok)
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Pemerintah Daerah menggelontorkan dana hibah senilai Rp. 4 miliar kepada KONI. Anggaran itu kemudian dipecah untuk reward sebesar Rp. 520 juta. Namun reward yang dinanti-nanti atlet hingga saat ini belum cair.
"Gunakan anggaran ini untuk pembinaan olahraga. Kalau ada oknum yang hanya mencari uang lebih baik mundur saja. Sudah anggarannya sedikit tapi dibuat mainan oleh oknum. Kapan bisa maju olahraga Banyuwangi ini," kata Michael.
Menurut Michael, persoalan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Perlu ada evaluasi agar imbasnya tak sampai berdampak buruk bagi olahraga di Bumi Blambangan.
"Kalau sudah seperti ini bupati juga akan pikir-pikir untuk memberikan anggaran lebih. Tapi kalau KONI mengurus dengan baik, menunjukkan prestasinya, saya yakin bupati juga akan tergerak, saya sebagai wakil ketua DPRD juga akan memantau dan mendorong agar anggaran yang diberikan lebih dari cukup," bebernya. (fat)