Dua Hari Diguyur Hujan Tanpa Henti, Musala di Banyuwangi AmbrukBPBD Banyuwangi

Dua Hari Diguyur Hujan Tanpa Henti, Musala di Banyuwangi Ambruk

Bangunan Musala Al Muttaqiin di Dusun Sangkur, Desa Bunder, Kabat, rusak berat akibat diguyur hujan. (Foto : Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id - Bangunan Musala Al Muttaqiin di Dusun Sangkur, Desa Bunder, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, rusak berat akibat diguyur hujan selama dua hari tanpa henti.

Petugas BPBD Banyuwangi wilayah Kabat, Yusuf Kurniawan mengatakan, bangunan Musala Al Muttaqiin ambruk pada Minggu malam (2/7/2023) sekira pukul 22.00 WIB.

Malam saat kejadian, hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Banyuwangi diguyur hujan secara terus menerus. "Memang selama dua hari, terjadi hujan secara terus menerus," kata Yusuf, Senin (3/7/2023).

Baca Juga :

Menurut keterangan yang diterima Yusuf, bangunan musala tiba-tiba ambruk. Material runtuhan jatuh dan berserakan di sekitar bangunan musala.

Beruntung saat kejadian tidak ada orang di dalam musala. Sehingga tak sampai ada korban. Akibat kejadian tersebut, kerugian material yang dialami mencapai sekira Rp 25 juta.

"Tidak ada korban, tapi hampir seluruh isi bangunan rusak berat. Kira – kira kerugiannya 25 juta," ujar Yusuf.

Yusuf menambahkan, evakuasi puing-puing sisa bangunan masih dilakukan pembersihan oleh masyarakat setempat dibantu penjabat desa, anggota Koramil dan kepolisian setempat.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebut wilayah Banyuwangi diguyur hujan ringan selama dua hari berturut-turut.

Prakirawan BMKG Banyuwangi, Anjar Triono Hadi mengungkapkan, hujan ringan dengan durasi lama ini dirasakan merata hampir seluruh kecamatan di Banyuwangi.

Penyebabnya, kata Anjar, dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang cenderung tidak stabil. Dimana ada sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudera Hindia sebelah selatan Banten. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi cuaca di beberapa wilayah di Indonesia.

"Jadi, ada perlambatan kecepatan angin atau kita sebut dengan konvergensi, disitu dia akan membentuk awan-awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati," jelas Anjar. (fat)