Perwakilan peserta IFRC menjadi mentor penyelamatan bagi pelajar di Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id - Pelajar SMA di Banyuwangi mendapat kesempatan bertemu dengan perwakilan dari 24 tim peserta Indonesian Fire & Rescue Challenge (IFRC) Ke-19. Mereka bertemu dalam agenda IFRC Goes to School, Senin (21/11/2022) kemarin.
Di momen tersebut, para pelajar mengikuti materi serta praktik penyelamatan dari mentor Supiansyah, salah satu peserta IFRC dari PT Antareja Mahada Makmur.
Supiansyah memaparkan tiga poin penting meliputi,
persiapan dalam menghadapi bencana, teknik dan medical aspect. Selain mendapat
materi, para pelajar juga memeragakan aksi penyelamatan layaknya tim rescue.
“Keberadaan tim rescue itu sangat diperlukan. Bukan hanya
saat ada bencana saja. Tapi juga untuk kehidupan sehari-hari juga sangat
penting,” kata Supiansyah, Selasa (22/11/2022).
IFRC Goes to School digelar di aula SMAN 1 Giri tersebut
diikuti 100 pelajar dari berbagai sekolah. Di antaranya SMAN 1 Giri, SMAN 1
Banyuwangi, SMAN 1 Glagah, SMAN 1 Rogojampi, SMA Hikmah Mandala dan SMKN 1
Glagah.
Gebyar Chondro, siswa kelas 11 IPA SMAN 1 Giri mengaku
mendapat tambahan ilmu dan wawasan tentang penyelamatan. Materi yang diperoleh
memberi motivasi tersendiri baginya.
“Beruntung bisa mendapatkan materi semacam ini. Karena
nantinya dapat diimplementasikan secara langsung baik di lingkup sekolah,
keluarga ataupun masyarakat,” katanya.
Pelajar lain, Bunga Ningtyas, perwakilan dari Osis SMAN 1
Banyuwangi ini mengaku akan menularkan ilmu yang diperoleh dari IFRC Goes to
School kepada pengurus Palang Merah Remaja (PMR) di sekolahnya.
“Segera kita agendakan kegiatan untuk temen-temen PMR
yang ada di sekolah kami. Materi dari IFRC ini benar-benar bermanfaat dan
menginspirasi kami,” kata Bunga.
Kegiatan dikemas serius namun menyenangkan ini dihadiri
Kasubag Tata Usaha (Kasubag TU) Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,
Wilayah Banyuwangi, Imron Rosyadi, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Giri, Mujib
serta perwakilan tenaga pengajar dari sekolah lainnya.
“Kegiatan ini sangat bagus, ini sesuai dengan program
Merdeka Belajar,” ucap Imron Rosyadi.
Menurutnya, IFRC Goes to School merupakan kegiatan langka
dan memiliki kandungan wawasan serta keilmuan yang bermanfaat untuk merangsang
nalar siswa.
Nilai lebih dari kegiatan ini, kata Imron, para siswa
bisa langsung berinteraksi dengan perwakilan 24 tim rescue perusahaan
pertambangan dari seluruh Indonesia.
“Siswa bisa menerima materi tentang penyelamatan dan
tanggap darurat. Dalam kurikulum Merdeka, siapapun bisa memberikan masukan atau
materi,” cetusnya.
Kepala SMAN 1 Giri, Mujib mengacungi jempol pelaksanaan
IFRC Goes to School. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu membuka wawasan siswa
tentang profesi rescue.
“Profesi ini banyak dilihat, namun bagaimana proses
kerjanya yang masih banyak belum orang ketahui,” ungkapnya.
Sementara itu, Penyelenggara IFRC ke-19 di Banyuwangi,
Muhammad Idrus mengatakan, agenda semacam ini memang rutin dilakukan setiap
kali event IFRC berlangsung.
Selain IFRC Goes to School, biasanya ikut dilakukan
pelatihan kepada emak-emak tentang bagaimana menggunakan Alat Pemadam Api
Ringan (APAR).
“Materi biasanya kami sesuaikan dengan audiens.
Sosialisasi dengan materi dikemas ringan semacam ini harapannya bisa lebih
mudah diingat dan diimplementasikan,” ujarnya.
Direktur Utama PT Bumi Suksesindo (PT BSI), Adi
Adriansyah Sjoekri, berharap pelaksanaan IFRC ke-19 mampu membawa dampak
positif untuk Banyuwangi.
Mulai dari tumbuh kembang sektor pariwisata dan ekonomi
kreatif. Dan yang tak kalah penting bisa menjadi wahana edukasi masyarakat
serta para pelajar di Bumi Blambangan.
“Mewakili perusahaan, kami berkomitmen untuk terus
memberikan manfaat kepada masyarakat Banyuwangi, dan khususnya masyarakat ring
satu perusahaan,” katanya.
Sekedar diketahui, PT BSI menjadi tuan rumah ajang IFRC ke-19
di Banyuwangi mulai tanggal 14-23
November 2022.
Sebagai tuan rumah, PT BSI anak perusahaan Merdeka Copper
Gold Tbk ini menyiapkan 4 spot ikonik Banyuwangi sebagai venue event IFRC.
Yaitu di, site PT BSI, destinasi Pantai Pulau Merah, Pantai Marina Boom
Banyuwangi dan Gedung Wanita.
Pemilhan venue itu sebagai bukti sinergi dan dukungan
terhadap program pemerintah dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi
kreatif di Banyuwangi.
Event yang digawangi Pengurus Perhimpunan Profesi
Penyelamat Pertambangan dan Energi Indonesia (Pertapindo), selaku reorganisasi
dari BOD IFRC. Sebanyak 24 tim rescue peserta IFRC diwajibkan menyelesaikan
delapan tantangan.
Yaitu Structural Firefighting (SFF), Road Accident Rescue
& Mass Casualty Response (RAR & MCR), High Angel Rescue (HAR), Hazmat
Spill Response (HSR), Confined Space Rescue (CSR), Firefighter Competency Test
(FCT), Water Rescue (WTR), dan Firefighter Fitness Drill (FFD). (red)