
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (10/7/2026). Salah satu agendanya, meninjau progres Pasar Banyuwangi.
Wapres Gibran memuji desain dan konsep pembangunan pasar induk yang dibangun dengan mengusung arsitektur bergaya Osing tersebut.
Didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk
Fiestiandani, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan para pejabat
kementerian terkait, Gibran berkeliling ke tiap sudut pasar.
Gibran sempat meninjau beberapa
titik area pasar yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan anggaran
Rp 152 miliar itu. Ia meninjau mulai dari bangunan-bangunan sisi depan, hingga
kios dan los di bagian dalam.
Gibran juga sempat berbincang
dengan perwakilan pedagang Pasar Banyuwangi. Kepada mereka, Gibran menyampaikan
selamat karena pasar telah dibangun menjadi bagus dan modern. "Selamat,
ya, pasarnya sudah bagus. Semoga tambah ramai," kata Gibran.
Bangunan pasar juga mengangkat
arsitektur lokal. Ornamen-ornamen simbol Osing, tampak mencolok di berbagai
sisi.
Pasar Banyuwangi dibangun dengan
konsep bangunan hijau. Gedung-gedung pasar dirancang secara semi terbuka
sehingga udara di area dalam bisa bersikulasi secara lancar.
“Arsitekturnya bagus. Bangunannya
open space, sehingga tidak pengap. Menurut saya pasar Banyuwangi yang paling
bagus dibandingkan pasar lain yang sudah direvitalisasi,” kata Gibran.
Meski demikian, Gibran juga
memberikan beberapa catatan kepada kontraktor yang membangun pasar. Gibran
meminta kabel-kabel yang terlihat berantakan agar dirapikan.
Wapres Gibran juga meminta agar
lantai pasar dibersihkan secara menyeluruh sebelum diserahterimakan ke
pemerintah daerah.
Pasar Induk Banyuwangi dibangun
di atas lahan 10.600 meter persegi dengan dua bangunan utama yang terletak di
sisi utara dan selatan. Pasar ini memiliki 397 kios dan 356 los.
Adapun bangunan pasar dibagi
menjadi tiga zona utama meliputi areal pasar basah, pasar kering, dan area
kuliner.
Bupati Banyuwangi Ipuk
Fiestiandani mengatakan, Pasar Banyuwangi berkonsep Pasar Wisata. Nantinya,
para pedagang akan dikelompokan sesuai dengan dagangan masing-masing, sehingga
wisatawan bisa datang ke pasar dan mendatangi kelompok lapak yang diinginkan.
"Karena berkonsep pasar
wisata, pasar ini juga nantinya diharapkan menjadi tempat penyelenggaraan
berbagai event ke depannya," kata Ipuk.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan
Prasarana Strategis Jawa Timur, I Gusti Agung Aris Wibawa, menambahkan,
pembangunan Pasar Banyuwangi sudah rampung 100 persen. Saat ini, pihaknya masih
berfokus pada masa pemeliharaan.
"Masih akan ada
penyempurnaan-penyempurnaan, seperti tadi arahan dari Pak Wapres," kata
dia.
Pengoperasian Pasar Banyuwangi menunggu serah terima dari pemerintah pusat ke daerah dalam waktu dekat. Setelah itu, para pedagang baru bisa mulai berpindah dari lokasi relokasi ke bangunan baru. (*)
