Iklan Banner Atas Luminor Hotel Banyuwangi

Kuliner Tumpang Pitu Burung Terkukur, Makanan Menyambut Tamu IstimewaKuliner Tumpang Pitu


Kuliner Tumpang Pitu Burung Terkukur, Makanan Menyambut Tamu Istimewa

Keterangan Gambar : Kuliner "Tumpang Pitu" dengan bahan baku Burung Terkukur (Deluk). (Foto: Mamet Ndut)

KabarBanyuwangi.co.id - Tumpang Pitu Deluk, itulah nama kuliner khas orang Using yang bisa ditemukan di Dusun Tegalwudi, Desa Bedewang Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Kuliner ini belum ada yang menjual secara komersial, meskipun rasanya sangat gurih dan tiada lawan.

Informasi adanya kuliner langka khas warga Using ini, sebetulnya sudah lama saya dengar. Namun hunting kemanapun sulit ditemui, jika tidak, harus membikin janji kepada mereka yang sering memasak kuliner Tumpang Pitu Deluk.

Bahan bakunya memang burung Deluk (Bahasa Using), kalau orang Jawa sebut ‘Derkuku’ dan bahasa Indonesia ‘Terkukur’, sedang bahasa latinya, Streptopelia Chinensis, burung yang asli habitat Indonesia.

Baca Juga :

Populasi di kawasan Desa Bedewang dan Kecamatan Songgon, burung ‘Deluk’ ini memang banyak hidup di kebun dan persawahan. Cara menangkapnya ada dengan menebar jaring, saking banyaknya.


Kepala Desa Bedewang, M. Asnawi dan Mamet Ndut menikmati  KulinerTumpang Pitu. (Foto: Istimewa) 

Kemudian yang menjadi pertanyaan, kenapa diberi nama Tumpang Pitu? Apa kaitanya dengan tambang emas Tumpang Pitu di Banyuwangi Selatan? Menurut keterangan Kepala Desa Bedewang, Mohammad Asnawi, memang ada kaitannya secara sejarah masa lalu Blambangan.

“Sebagai hidangan untuk tamu Agung, tidak sebagai olahan harian. Nama Tumpang Pitu, karena Sekar Arum seorang tokoh jaman Tawangalun, memirntah Panglima Perangnya kerja bakti ke bukit Tumpang Pitu, “ujar Kades Asnawi kepada Tim Liputan Gedhang Goreng.

“Kemudian pulangnya disambut dengan hidangan khusus, bahannya ‘Manuk Deluk’ atau burung Terkuku,” imbuhnya.

Lebih lengkapnya cara mengolah Tumpang Pitu Deluk, bisa klk chanel Youtube https://youtu.be/X5u3vHxLGYc.

Ibu Umi Kalsum warga Tegalwudi, mengaku sudah biasa memasak Tumpang Pitu jika ada yang memesan. Pak Kades Bedewang menjamin, jika ada yang menginginkan Tumpang Pitu Deluk, bisa menghubungi dia dan akan dimasakan sesuai pesanan.


Burung Terkukur (Streptopelia Chinensis) sebagai bahan kuliner Tumpang Pitu. (Foto: internet)

Berdasarkan penelusuran saya, makanan ini juga dimasak oleh orang dari daerah Dusun Wiyayu, juga masih wilayah Desa Bedewang. Bila ada pertemuan tokoh masyarakat, hidangan ini juga baru muncul. Konon pernah ada yang menjual masakan lezat ini di kawasan Rogojampi, tetapi sudah lama tutup.

Semoga kelak olahan  “Tupang Pitu Deluk” bisa menjadi kuliner andalan Banyuwangi, karena memang khas dengan bumbu utama kecobrang atau ‘Lucu’ dalam Bahasa Using.

Jika pasar menerima dan butuh pasokan manuk deluk, tentu peluang bagi warga untuk menangkapnya, seperti halnya burung puyuh (gemek). Tidak mengadalkan tangakapan derkuku liar, karena butuh kepastian ada setiap hari.

(Penulis: Slamet Suwito/Mamet Ndut, Host  Tayangan “Gedhang Goreng” pada Chanel YoutubeSH Odiq Official)