Warung Serawung UMKM PKK, Sediakan Makan Gratis Bagi Dhuafa dan Anak YatimKecamatan Banyuwangi Kota

Warung Serawung UMKM PKK, Sediakan Makan Gratis Bagi Dhuafa dan Anak Yatim

Suasan santai di Warung Srawung UMKM PKK Banyuwangi Kota. (Foto: Firman)

KabarBanyuwangi.co.id – Memanfaatkan halaman Panti, Pemberdayaan Kesehjateraan Keluarga (PKK) yang tidak begitu luas, Kecamatan Banyuwangi Kota, mendirikan Warung Serawung bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) PKK bekerjasama dengan Freemart Fardhu Ain.

“Pengurus PKK itu tidak mendapatkan honor atau bayaran, makanya kita wadahi bentuk usahanya agar bisa mendapatkan penghasilan,” kata Novita Lutfi, Ketua PKK Kecamatan Banyuwangi Kota kepada KabarBanyuwangi.co.id, Sabtu (5/6/2021) malam.

“Pada kegiatan Soft Lauching ini, hanya 9 UMKM PKK yang ikut gabung. Sebanyak 5 stand ada di dalam halaman, sedang 4 sisanya ada di luar,” imbuhnya.

Baca Juga :

Agar kegiatan lebih tertata rapi, baik penampilan stand dan aneka makanan yang ditawarkan, pihak pengurus PKK menggandeng Freemart Fardhu Ain. hingga menelurkan konsep Warung Gratis bagi kaum dhuafa dan anak yatim.

“Sekedar menyeimbangkan saja, atau menjadi penyambung antara Muhsinin (orang yang mampu) dengan Mustahiq (penerima sedekah). Selain memberikan langsung kuliner siap saji kepada Mustahiq (penerima dari kaum dhuafa dan anak yatim), juga memberi kesempatan kepada Muhsinin (yang mampu),” ucap Taufiq Shaleh, Direktur Freemart Fardhu Ain.

Selain pedagang yang berkontribusi kepada kaum dhuafa dan yatim piatu, menurut Novita Lutfi, pembeli juga diberi kesempatan ikut berpartisipasi. Caranya, apabila membayar makanan untuk 4 orang, ditawarkan membayar 5 orang. Satunya, disiapkan untuk kaum dhuafa. 

“Secara cita rasa, semua pengunjung puas. Secara sajian menu, ada yang menjadi primadona. Yaitu Nasè' Rojég (Nasi Rujak). Biasanya hanya ada di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Sekarang ada di kota, yaitu di Warung Serawung,” ujar Ibu dari Achmad Fatih Sadewa.


Menikmati aneka kuliner sambir mendengarkan musik di are terbuka, (Foto: Firman)

Meskipun konsep gratis dan titipan sedekah belum optimal dijalankan, tetapi sambutan pengujung yang bagus akan menjadi potensi dikembangkan sebagai ladang sedekah baik penjual dan pembeli.

“Sementara kita berikan kesempatan para pengunjung untuk menikmati suasana, dengan fokus kepada menu makan dan penyajianya. Apalagi suasan terlihat syahdu, dengan iringan musik angklung Ki Joyo Karyo pemenang Lomba Patrol Kabupaten dan Provinsi Jawa Timur,” pinta Taufiq Shaleh.

“Namun manajemen sudah mempersiapkan, menyikapi hal tersebut dengan mensubsidi free kuliner bagi kaum dhuafa dan yatim piatu,” pungkasnya. (man)